Pekan Olahraga Nasional 2021

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kimia Si kembar terpaut dan terpaut, Lena-Leni, menjadi salah satu kekuatan yang kini dimiliki tim sepak takraw Jawa Barat. Mereka diharapkan mampu mempersembahkan medali emas saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX.

    “Secara emosional bisa dianalogikan seperti itu (kimia). Karena Lena-Leni satu keluarga,” kata Manajer Sepak takraw Jabar Yusuf Jamaludin yang ditemui Antara dalam babak penyisihan sepak takraw di GOR Trikora, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Jumat.

    Gadis kembar ini lahir di Indramayu, Jawa Barat. Lena 30 menit lebih tua dari Leni. Tak heran jika Leni menyebut Lena sebagai saudara perempuan, padahal tanggal lahir kedua atlet takraw itu sama yakni 7 Juni 1989.

    Menurut Yusuf, kimia Kekuatan peraih emas PON Kaltim 2008 itu terlihat dari gerak-gerik mereka saat tampil di arena. ”Mereka tidak perlu lagi berkomunikasi melalui percakapan saat tampil di arena. Cukup dengan gestur, mereka sudah saling memahami,” ujarnya.

    Leni dalam posisi tekong atau pemain lini tengah dan bertindak sebagai server atau siapa yang memulai pukulan bola. Sementara adiknya Lena dalam posisi smash atau peremajaan.

    “Saya yakin komunikasi mereka sudah kuat sejak mereka di dalam kandungan,” ujarnya.

    Ditemukan setelah mengalahkan tim Sulawesi Barat di babak penyisihan tim dengan dua poin kemenangan, Lena mengakui bahwa kimia menjadi keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan atlet sepak takraw lainnya.

    “Saya dapat mengatakan bahwa Leni adalah turun saat berada di arena. Biasanya saya langsung menyemangatinya dengan tepukan atau pelukan. Saya juga harus bekerja lebih keras lagi untuk meraih bola darinya,” ujarnya.

    Rekan setim di tim Jawa Barat, Astri Khairunisa, mengakui kekuatan kimia yang menjadi keunggulan Lena-Leni selama pertandingan. “Keduanya tidak bisa dipisahkan dalam satu tim. Jika Lena atau Leni disatukan, kekuatan kita bisa 100 persen. Tapi, jika hanya Lena dan Leni yang digantikan oleh yang lain, saya pastikan kekuatan Jawa Barat tidak bisa 100 persen. persen,” ujarnya.

    “Mereka akan dengan mudah menebak dan mengerti apa yang akan dikatakan kembarannya karena kedekatan batin mereka satu sama lain. Terkadang dalam situasi kritis, kode pandangan di mata mereka dapat dipahami oleh mereka,” katanya.

    Selain prestasinya dalam meraih emas PON Kaltim 2008, Lena-Leni juga pernah meraih perak untuk PON Riau 2012, emas beregu PON 2016, emas beregu PON 2016, dan perunggu Asian Games.



    https://www.republika.co.id/berita/r0avto257/lenilena-mojang-kembar-di-arena-takraw-pon-xx-papua