PEKERJAAN PEMBANGUNAN PASAR BRANG BARA DIPERPANJANG

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Proyek pembangunan pasar tradisional modern type-C pasar Brang Bara Sumbawa Besar yang dibangun dengan mendapatkan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tahun anggaran 2017 hampir mencapai sekitar Rp 6 Miliar yang dinilai pretesius, dengan pelaksanaan pekerjaan pembangunan fisiknya dipercayakan kepada rekanan kontraktor pemenang tender PT Tiba Papua, ternyata hingga kontraknya berakhir Rabu (20/12) kemarin kondisi progress fisik belum dapat mencapai 100% dan hanya mencapai sekitar 86% dengan deviasi 14%, sehingga Diskoperindag Sumbawa dengan terpaksa menyetujui permohonan perpanjangan waktu yang diajukan rekanan kontraktor sampai dengan akhir tahun anggaran 2017, karena disebabkan adanya faktor sejumlah kendala yang dialami dalam pelaksanaannya dilapangan, ungkap Kadiskoperindag dan UKM Kabupaten Sumbawa Drs H Arif M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB Jum’at (22/12) kemarin.
Dasar utama dilakukan perpanjangan kontrak atas pelaksanaan pekerjaan penuntasan fisik pembangunan pasar Brang Bara dimaksud terang Haji Arif akrab pejabat senior Pemda Sumbawa ini disapa, sesuai dengan hasil evaluasi, telaah dan kajian mendalam yang dilakukan pasca dilakukan monitoring dan evaluasi yang dilakukan TP4D bersama jajaran Inspektorat Kabupaten Sumbawa Rabu (20/12) kemarin, progres fisik yang dihasilkan baru mencapai sekitar 86% dan faktor utama kenapa pencapaian fisik hingga masa tenggat waktu kontrak berakhir 20 Desember belum tercapai 100% sebagaimana yang diharapkan, semata-mata karena adanya faktor sejumlah tenaga kerja yang dipekerjakan oleh rekanan kontraktor PT Tiba Papua meminta izin untuk pulang kampung mengikuti kegiatan Pilkades dan peringatan maulid nabi di Lombok.
Disamping itu, faktor lainnya yang juga dijadikan adasar pertimbangan dilakukan perpanjangan waktu kontrak hingga akhir Desember mendatang itu adalah beberapa waktu lalu sejumlah material yang dikirim melalui pelabuhan Padangbai akibat pengaruh erupsi gunung Agung di Bali serta pengaruh anomali cuaca dan intensitas hujan yang cukup tinggi, juga karena adanya faktor pembenahan kembali atas tanah urugan yang sebelumnya bermasalah, dengan demikian perpanjangan waktupun harus dilakukan, sehingga optimis seluruh kegiatan pembenahan fisik akan daat dituntaskan hingga akhir tahun 2017 ini, tukas haji Arif.
Haji Arif juga menyatakan kalau rekanan kontraktor PT Tiba Papua telah berjanji untuk dapat menuntaskan pekerjaan mayornya hari ini, sehingga sisa pekerjaan minor dan pembenahan seumlah fasilitas pendukung lainnya optimis akan dapat dituntaskan sampai dengan akhir Desember mendatang, apalagi dengan jumlah tenaga kerja yang terserap telah pulih kembali seperti biasa, dimana pekerjaan dan pemasangan keramik meja kios jualan, maupun pemasangan keramik lantai pasar, jaringan listrik telah terpasang dan sedang dilakukan sambungan jarak pendek, ventilator maupun sejumlah pintu rolling door dapat dilakukan pemasangannya sesuai dengan program yang telah direncanakan sebelumnya.
“Kami sangat optimis dengan perpanjangan waktu yang diberikan, Proyek pasar Brang Bara akan dapat diselesaikan dan diwujudkan pembangunannya, sehingga dalam tahun baru 2018 mendatang sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang dari pasar tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat pedagang, dana atas nama Pemda dan jajaran Diskoperindag Sumbawa menyampaikan apresiasi, terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada semua pihak khususnya kepada Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) dibawah kordinator Kejaksaan yang selalu memberikan support dan pendampingan, dengan tujuan bagaimana mewujudkan pembangunan pasar Barang Bara yang pretesius tentu dengan mutu dan kualitas yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,” pungkas Drs H Arif M.Si.