Pelajar SMP Diduga Cabuli Balita Umur 2,5 Tahun

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sungguh tega yang dilakukan siswa yang masih pelajar SMP satu ini. Bocah yang masih berusia 14 tahun ini sudah melakukan hal diluar kewajaran, sampai melakukan pencabulan terhadap balita yang masih berusia 2,5 tahun. Astaghfirullah.
Perbuatan pencabulan ini dilakukan oleh AHB (14) tahun, yang melakukan pencabulan terhadap LS (2,5) yang juga tinggal di kampung yang sama. Pencabulan tersebut dilakukan tersangka pada Sabtu, 16 Desember 2017.
Menurut informasi yang didapatkan Gaung NTB di Mapolres Sumbawa, kejadian ini terungkap setelah korban menangis saat hendak buang air kecil dan menceritakan apa yang dialami kepada orang tuanya.
Kasus tersebut bermula saat orang tua terduga pelaku mengajak korban bermain kerumahnya. Kemudian orang tua terduga menyuruh pelaku mengantar korban pulang kerumahnya, dimana jarak antara rumah terduga pelaku dan korban sekitar 100 meter. Namun terduga pelaku tidak langasung mengantar korban ke rumahnya, justru membawa korban masuk ke dalam rumah.
Saat itulah terduga pelaku menjalankan niat jahatnya, saat berada di ruangan keluarga tempat menonton TV, terduga pelaku memasukkan salah satu jari tengah ke dalam kemaluan korban sedalam kurang lebih 3cm. Dimana pada saat dilakukan pencabulan, pelaku membuka celana dalam korban hingga paha kemudian memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan korban sebanyak 5 kali.
Setelah melakukan pencabulan, korban diantar pulang dan diterima oleh Sri Yanti dan Imron Rosadi (orang tua korban) dan sekitar jam 20.00 wita, saat korban hendak buang air kecil, korban menangis kesakitan.
Kemudian orang tua menanyakan sang buah hati alasannya menangis, dengan polos sang buah hati menceritakan apa yang dialaminya. Orang tua korban terkejut dengan anaknya yang mengeluhkan alat kelaminnya sakit yang telah dicabuli oleh tersangka AHB.
Tidak terima anaknya dicabuli, orangtua korban Imron Rosidi (29) langsung melaporkan kejadian ini ke SPKT Polsek Utan.
Aksi pencabulan anak di bawah umur yang sering terjadi belakangan ini dikarenakan faktor lingkungan seperti sering menonton film dewasa. Film dewasa itu kini mudah didapat oleh masyarakat dan kepada para orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Peran orangtua maupun lingkungan sekitar sangat penting dalam tingkah laku anak-anak.