Pelaku Illegal Logging Marente Divonis 1,2 Tahun

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Jamaluddin (51) petani asal Desa Marente Kecamatan Alas pada persidangan Selasa siang (16/02) kemarin hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit divonis pidana selama 1 tahun dan 2 bulan penjara potong tahanan sementara, disertai kewajiban pembayaran denda sebesar Rp 500 Juta Subsider 2 bulan kurungan karena menurut Majelis Hakim diketuai Hj Sri Sulastri SH MH (Ketua PN Sumbawa Besar) dengan hakim anggota Reza Tyrama SH dan Fatria Gunawan SH ia terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana ilegal logging sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf m jo psl 87 (1) huruf e UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Sebelumnya Jaksa Benny Daniel Parlaungan SH MH menuntutnya selama 1,8 tahun penjara potong tahanan disertai denda Rp 500 Juta Subsisder 6 bulan kurungan. Karena lebih ringan dari tuntutan, terdakwa Jamaluddinlangsung menyatakan menerima dan berjanji serta menyesali perbuatan yang telah dilakukan, sedangkan Jaksa Benny seperti biasa menyatakan pikir-pikir.

Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan kegiatan penebangan pohon kayu secara melawan hukum (Ilegal logging) di kawasan hutan Marente tepatnya dipinggiran sungai Tiu Nawa, pada hari Rabu 29 Juli 2015 sehingga dakwaan “telah dengan sengaja menerima, menjual, menerima tukar, menerima titipan, menyimpan dan/atau memiliki hasil hutan kayu yang berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah” telah terbukti.

Awalnya terdakwa pada tanggal 2 Juli 2015 mendatangi Kantor Desa Marente untuk mengajukan permohonan penebangan dua pohon kayu jenis kayu trembesi (kayu colok) di tanah kebun milik Sahar M Darsan yang terletak di Desa Marente Kecamatan Alas, dengan melampirkan copy sertifikat hak milik (SHM) No 243, sehingga Kades Marente Syahril mengeluarkan surat keterangan desa No Pem.15.1/141/VII/2015 yang menerangkan soal kegiatan memotong 2 pohon kayu oleh Jamaluddin sampai dengan 8 Juli 2015. Dalam surat tersebut, turut bertandatangan “mengetahui” KUPT Pucak Ngengas Kecamatan Alas Sumarsono SP.
Atas dasar surat keterangan tersebut, pada 5 Juli 2015 terdakwa Jamaluddin bersama anak buahnya bernama Nyoman Wijaya (DPO) berangkat ke lokasi untuk melakukan penebangan kayu kebun dimaksud.

Tetapi kenyataannya ketika anggota Polsek Alas melakukan patroli pengawasan hutan 29 Juli 2015 ditemukan pelaku bersama barang bukti 10 lembar papan kayu trembesi dari berbagai ukuran dengan jumlah 2.722 M3 di TKP pinggiran sungai Tiu Nawa, artinya ia menebang pohon di dalam kawasan hutan. Terdakwapun diamankan untuk proses lebih lanjut.