PELAKU PEMBUNUHAN BATU GURING DITUNTUT 18 TAHUN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Seorang lelaki swasta berinitial RW alias Rolan (31) pelaku (terdakwa) pembunuhan sadis dilokasi cafe dikawasan Batu Guring Desa Labuan Mapin Kecamatan Alas Barat Sumbawa, kemarin dituntut pidana selama 18 tahun penjara potong tahanan oleh tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Jaksa Purning Dahono Putro SH dan Jaksa Agus Widiyono SH MH, karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP, dengan sejumlah barang bukti termasuk sebilah pedang maut dinyatakan dirampas negara untuk dimusnahkan, membuat terdakwa tidak dapat berbuat banyak kecuali pasrah menerima kenyataan pahit ini.
Tim Jaksa dalam tuntutan pidananya dihadapan sidang majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar diketuai Dwiyantoro SH dengan hakim anggota Lucki Eko Adrianto SH MH dan I Gusti Lanang Indra Pandhita SH MH didampingi Panitera Pengganti Abdul Gafur SH, menyatakan keyakinan mendalam kalau sejumlah unsur pidana yang didakwakan kepada diri terdakwa RW alias Rolan khususnya dakwaan primair telah berhasil dibuktikan perbuatan pembunuhan terhadap korban Samra yang direncanakan terlebih dahulu telah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan terjadi, sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan sejumlah saksi terkait, keterangan dan pengakuan terdakwa serta sejumlah barang bukti yang diajukan, maka perbuatan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terdakwa telah terbukti terjadi pada hari Jum’at 23 Februari 2018 lalu sekitar pukul 23.30 Wita bertempat di TKP Cafe Bintang yang berada dikawasan Batu Guring Desa Labuan Mapin Kecamatan Alas Barat Sumbawa.
Kronologis jekadian terjadinya tindak pidana pembunuhan yang dilakukan terdakwa secara membabi buta dan dinilai sadis hingga mendapat perhatian publik tersebut terjadi berawal ketika itu terdakwa bersama 4 orang temannya datang ke cafe Bintang menggunakan sebuah mobil dan masuk kedalam cafe tersebut untuk minum minuman keras hingga dini hari, selanjutnya saat cafe hendak tutup empat temannya itupun keluar menuju mobil, sedangkan terdakwa masih berada didalam cafe bersama korban untuk kemudian keduanyapun berjalan bersama keluar cafe sampai kedekat mobil, dimana saat itu korban mendorong terdakwa hingga terjadi dialog yang menyudutkan terdakwa dan bahkan korban saat itu mengeluarkan sebilah pedang yang dibawanya kearah leher terdakwa, membuat terdakwa saat itu beberapa kali meminta maaf dan dilerai oleh rekan terdakwa langsung dibawa masuk kedalam mobil dan mengantar terdakwa kerumahnya yang berada di Desa Meraran Kecamatan Seteluk KSB.
Namun sesampainya dirumah, terdakwa yang merasa jengkel dengan perlakuan korban justru kembali ke TKP menggunakan mobil milik kakaknya dan langsung mencari korban, sehingga saat bertemu terdakwa justru menanyakan kenapa korban menyalahkan dirinya, justru kembali mendapat perlakuan dan kata-kata ancaman akan membunuhnya, dan pertengkaran serta pengejaran terdakwapun tak dapat dihindari ketika korban dengan menggunakan sebilah pedang mengejar terdakwa yang berlari mengitari mobil dan tak diduga dari arah belakang sabetan pedang terdakwa mengarah kebelakang terdakwa sehingga terdakwapun menunduk menyamping membuat pedang mengenai kaca belakang mobil, dan disaat itulah terdakwa mengambil sebilah pisau yang terselip dipinggangnya langsung menusuk kearah perut korban.
Saat itu, pisau yang dipegang terdakwa terlepas lantas perut korbanpun ditendang hingga korban jatuh tersungkur dan kesempatan itupun kembali dimanfaatkan oleh terdakwa dengan menghujam tubuh korban dengan pedang milik korban yang berhasil direbut dari tangan korban hingga korban kembali jatuh tersungkur ditanah, dimana ketika itu korban sempat bangkit dan berlari hingga terjatuh disebuah got pinggir jalan dan menghembuskan nafas terakhirnya dengan sejumlah luka berdarah ditubuhnya, sementara terdakwa usai peristiwa itu langsung pergi meninggalkan TKP dan keesokan paginya mayat korban ditemukan dan dilaporkan kepada pihak Kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut.
Sidangpun akhirnya ditunda majelis hakim Rabu mendatang untuk memberikan kesempatan kepada terdakwa bersama penasehat hukumnya mengajukan pledoi pembelaannya.