Pemakaman Covid-19 Diprotes, Ini Respon Pemkot Tangerang Selatan

Lahan tersebut akhirnya digunakan sebagai fasilitas penunjang lainnya, seperti untuk parkir.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Pemakaman baru Covid-19 di TPU Jombang, Tangerang Selatan (Tangsel) mendapat protes dari warga sekitar lokasi, khususnya warga Perumahan Grand Dhaya Pesona, Desa Jombang, Kecamatan Ciputat. Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengatakan telah berkonsultasi dengan warga dan menemukan titik temu.

“Sudah dibicarakan, kami sudah rapat dengan warga Perumahan Grand Dhaya Pesona. Tidak akan kami pakai untuk pemakaman yang letaknya persis di belakang rumah mereka, jadi akan kami pakai untuk fasilitas penunjang lainnya, seperti parkir atau manajemen. perkantoran,” kata Kepala Seksi Pemakaman Dinas Permukiman dan Pemakaman Nazmudin saat dihubungi. Republika.co.id, Selasa (13/7).

Nazmudin mengatakan, saat ini tidak ada lagi protes yang datang dari warga terkait lokasi lahan baru pemakaman jenazah Covid-19. Termasuk warga RT 7 RW 6 yang rumahnya bersebelahan dengan lahan. “Warga Kampung RW 6 tidak keberatan. Mereka tidak keberatan, mereka senang mendapat pekerjaan. Bahkan mereka bertanya, ‘Kapan mulai, kita mau bantu,’ jelasnya

Nazmudin mengatakan akan melakukan sosialisasi secara luas kepada warga sekitar lokasi lahan TPU baru besok, Rabu (14/7). Ia berharap warga tidak lagi keberatan dengan pemanfaatan lahan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, lahan baru pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Jombang, Tangerang Selatan mendapat protes dari warga Perumahan Grand Dhaya Pesona. Pasalnya, lokasi pemakaman sangat dekat dengan pemukiman warga dan dikhawatirkan akan terkontaminasi virus.

“Di belakang tembok rumah saya pas sekali, hanya berjarak satu meter,” kata Sidharta Prima (38 tahun), salah satu penghuni Perumahan Grand Dhaya Pesona, Minggu.

Sidharta mengatakan, lahan tersebut belum dipenuhi mayat, sehingga dia ingin warga setempat berkomunikasi dengan pihak terkait terlebih dahulu. “Belum (ada mayat). Takut Baik kami telah memblokir tidak Apa yang bisa saya lakukan jika saya mulai dimakamkan,” jelasnya.



https://www.republika.co.id/berita/qw6crn384/lahan-makam-covid19-diprotes-ini-tanggapan-pemkot-tangsel