PEMBANGUNAN PASAR LANGAM DAN PLAMPANG TUNTAS

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari hasil evaluasi yang dilakukan Konsultan Pengawas bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bapenda Sumbawa terhadap lima paket proyek pembangunan pasar yang dilaksanakan dalam tahun anggaran 2018 ini oleh rekanan kontraktor pelaksana, terdiri dari proyek pemetaan lahan tanah dilokasi pasar induk yang berada dibelakang terminal regional Karang Dima Labuan Badas yang dilaksanakan CV Karya Kusuma dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.530.354.853,292 pekan lalu progress fisiknya telah berhasil dituntaskan 100% dan rehab los pasar Brang Biji Sumbawa yang dikerjakan oleh CV Matahari dengan nilai kontrak sebesar Rp 866.680.000 progress fisiknya telah mencapai 100% telah tuntas dilakukan PHO, menyusul pasar Utan, pasar Langam dan pasar Plampang yang telah tuntas dan rampung dengan baik ditandai dengan kegiatan tim PHO 18 Desember lalu, ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa Arif Alamsyah S.STP M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB Senin (31/12).
Kendati sempat dilakukan perpanjangan masa kontrak terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan pasar Plampang dengan rekanan kontraktor pelaksana pembangunan fisiknya dipercayakan kepada CV Lampui Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp 789.068.000 (DAK) maupun pasar Langam yang dilaksanakan CV Bides Calista Sumbawa dengan biaya pembangunan (nilai kontrak) sebesar Rp 1.431.993.996,74 (APBD), dengan kontrak berakhir awal Nopember sejauh ini telah dilakukan perpanjangan kontrak selama 30 hari karena adanya kendala dilapangan, tentu dikenai dengan sangsi denda sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, namun akhirnya 18 Desember lalu diyatakan selesai dan tuntas sebagaimana yang diharapkan, tukas Arif Alamsyah.
Dijelaskan, dengan tuntasnya penyelesaian pekerjaan fisik pembangunan pasar Plampang dan pasar Langam, apalagi dengan penataan halaman disertai dengan tersedianya ruang publik arena bermain bagi anak-anak, tentu akan memiliki daya tarik tersendiri ketika pada sore hari tak ada aktivitas dari pasar itu sendiri, maka areal publik yang tersedia dapat digunakan bagi warga masyarakat untuk duduk santai dan bermain, dengan suasana alam pedesaan yang nyaman akan memberikan nuansa betapa pasar Langam itu saat ini bukan seperti dulu tetapi telah dirubah wajahnya dalam bentuk kekinian, sehingga sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang yang telah dibangun oleh Pemda Sumbawa itu diharapkan dapat terjaga dan terpelihara dengan baik.
Dengan sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang yang dimiliki pasar Langam maupun pasar Plampang itu dinilai cukup representatif kata Arif Alamsyah, sehingga yang namanya kebersihan dan keamanan pasar itu harus dapat tercipta dengan baik, karena itu tentu tanggung jawabnya bukan hanya menjadi tanggung jawab UPT selaku pengelola pasar saja, tetapi para pedagang dan segenap lapisan warga masyarakat setempat juga harus dapat ikut berperan aktif bagaimana mempertahankan keberhasilan, keindahan dan keamanan dari pasar itu sendiri kedepan harus jauh lebih baik, sehingga apa yang menjadi harapan Pemerintah dan Masyarakat dapat terwujud, ujarnya.