PEMBANGUNAN PASAR UTAN MASUKI TAHAP FINALISASI

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan pasar tradisional di Desa Motong Kecamatan Utan Sumbawa yang menyerap anggaran tahun 2017 mencapai sekitar Rp 938 Juta yang dananya digelontorkan Pemda Sumbawa melalui Badan Penerimaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Sumbawa, dengan pelaksanaan pekerjaan fisiknya dipercayakan kepada CV Lampui Jaya Sumbawa, saat ini sedang dilakukan proses finalisasi bagi penyelesaiannya menuju progress fisik 100% sebagaimana yang diharapkan Pemda dan masyarakat setempat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bappenda Sumbawa Usman Yusuf dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin, bahwa sejak dicabutnya pendampingan TP4D, maka pengawasan secara internal dilakukan secara intensif oleh konsultan pengawas dengan laporan perkembangan progress fisiknya tetap dilaporkan kepada Inspektorat Kabupaten Sumbawa, dan bahkan kondisi fisik dari pasar Utan tersebut saat ini sudah mendekati proses perampungan pembangunannya, yakni seluruh pekerjaan mayor telah dituntaskan dan tinggal dilakukan pekerjaan kecil (Minornya) saja, dengan melakukan pemasangan pintu rolling door bagi belasan petak kios yang ada serta pembenahan item lainnya.
Diakui memang kata Usman Yusuf, masa kontrak pelaksanaan pekerjaan fisik atas pembangunan pasar Utan tersebut berakhir kontraknya 6 Desember lalu, akan tetapi dengan mengacu kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, rekanan kontraktor CV Lampui Jaya Sumbawa, dikenai dengan sangsi denda satu seperseribu sehingga optimis pekan depan seluruh pembangunan fisik tahap pertama dari pasar tersebut akan dapat dituntaskan dengan baik sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, dan bahkan tim PHO akan turun melakukan pemeriksaan akhir sebelum proyek tersebut diserahkan kepada Pemda Sumbawa, ujarnya.
Menurut PPK Usman, pembangunan pasar Utan tahap pertama itu tidak sampai dilakukan finishing sehingga terlihat tidak dilakukan pengecatan ataupun pemasangan lantai keramik dan plafon, tetapi hanya dalam bentuk rabat saja, mengingat pembangunan tahap kedua direncanakan tahun anggaran 2018 akan dilanjutkan dengan pembenahan seluruh infrastruktur dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya seperti pembangunan kantor pasar, tambahan kios pasar, penataan taman, parkir dan lainnya dengan menyerap alokasi anggaran sekitar Rp 4 Miliar, paparnya.
Hal senada juga dikatakan Kepala Bappenda Sumbawa Wirawan S.Si MT ketika ditemui terpisah oleh Gaung NTB menyatakan bahwa pembangunan pasar Utan tersebut sejauh ini sedang dilakukan penuntasan dan perampungannya oleh rekanan kontraktor pelaksana, dimana pemantauan dan pengawasan secara intensif baik itu oleh PPK dan Konsultan Pengawas hampir setiap hari dilakukan, sehingga optimis pekan depan pembangunan pasar Utan tahap pertama itu akan diselesaikan dengan baik, dan akan dilanjutkan pembangunan tahap keduanya tahun 2018 mendatang guna membenahi sejumlah infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya.