Pembangunan Sarpras Pariwisata Dari DAK Tahun 2017, Tuntas 100%

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Progres Pembangunan fasilitas/sarana prasarana pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tahun 2017 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata, telah tuntas dikerjakan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Dari pantauan Gaung NTB, aktifitas pembangunan telah dilaksanakan dibeberapa lokasi wisata yang tersebar di beberapa destinasi wisata Sumbawa Barat, seperti Touris Information Center (TIC) di Kecamatan Poto Tano, kios cenderamata di Taliwang dan Desa Mantar, Plaza Kuliner Apung di Desa Poto Tano, Mushallah di Pantai Poto Batu, Mushallah di Mantar, pembuatan jalur pejalan kaki di Desa Mantar, pembuatan tempat parkir landasan take off Paralayang Desa Mantar, pembuatan ruang ganti toilet, ruang ganti toilet, ruang ganti toilet air terjun samporen tangkel, rambu-rambu petunjuk arah destinasi wisata, pemasangan lampu taman poto batu, pembuatan pagar pembatas, pembuatan dive center pantai maluk, dan pembuatan surving center Sekongkang.
Kabid Destinasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat, Drs Suarman, menerangkan bahwa pengerjaan paket proyek sarpras pariwisata tersebut, telah tuntas dikerjakan per bulan November 2017 dengan nilai total keseluruhan Rp 1,8 Milyar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pariwisata. “Pengerjaan paket proyek ini sudah tuntas kami laksanakan sesuai dengan target. Memang terdapat beberapa kendala yang terjadi dilapangan, seperti masalah lahan, dan penetapan titik lokasi,” ujar, Suarman.
Tetapi kendala tersebut telah dapat teratasi dengan baik melalui jalur pendekatan kepada masyarakat, fasilitasi, konsultasi dan diskusi. “Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, kini fasilitas tersebut telah dapat dipergunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama pengunjung yang berdatangan ke lokasi wisata,” tandasnya.
Disinggung masalah pemanfaatan dan pemeliharaan sarpras yang telah dibangun tersebut, Suarman, mengatakan memang ada beberapa sarpras yang telah dibangun, baru dapat dikelola dan  dimanfaatkan sepenuhnya pada tahun 2018 karena diperlukan tambahan sarana penunjang lainnya yang dianggarkan melalui dana APBD, guna mendukung terselenggaranya fungsi dari fasilitas tersebut.
Sementara untuk menjamin terjaganya sarpras yang telah dibangun tersebut dengan baik, pihak dinas telah membangun koordinasi dengan pihak desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di masing-masing lokasi wisata, untuk memanfaatkan dan merawat fasilitas yang telah dibangun tersebut dengan baik, dan tentunya dapat dimanfaatkan untuk dapat dikelola dengan baik sehingga memberikan kontribusi bagi pokdarwis setempat, dan menambah pendapatan daerah dan pendapatan Desa setempat.
Di samping beberapa fasilitas yang telah dibangun dari dana DAK tersebut, Disbudpar, juga telah membangun fasilitas yang bersumber dari APBD KSB tahun 2017, yaitu rehab bale alang danau lebo, pembuatan tempat parkir poto batu, pengadaan instalasi listrik poto batu, dan pengadaan berugag di destinasi wisata.