Pembeli baju muslim memenuhi pasar Tanah Abang

    Menurut petugas panggul Tanah Abang, pasar ini sudah sepekan terakhir ramai.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah pedagang dari Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengatakan pembeli dari Jabodetabek dan Jawa mulai berbelanja pakaian muslim dan perlengkapan ibadah jelang Ramadhan 1442 Hijriah.

    Salah satu pedagang busana muslim, Tantri (23 tahun) menuturkan, pembeli mulai ramai sejak akhir pekan lalu, dengan jumlah pembelian hingga 30 lusin per hari. Dibandingkan hari-hari biasa, Tantri mengaku hanya bisa menjual belasan potong pakaian.

    “Sudah mulai ramai dari daerah, ada juga yang berdatangan, dari Bogor sampai Padang ada yang sudah mulai membeli,” kata Tantri saat ditemui di Pasar Blok A Tanah Abang, Rabu (7/4).

    Seorang pembeli asal Kota Ambon, Evi Mazidah, mengaku sempat bermalam di Desa Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, selama satu minggu untuk berbelanja pakaian. Nantinya, pakaian tersebut dikirim untuk dijual kembali di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

    “Saya resellerMereka berbelanja segala sesuatu mulai dari pakaian, sarung, mukena hingga jubah, untuk persediaan menjelang Ramadhan. Kalau sepi, mungkin Lebaran bisa kita capai, ”kata Evi.

    Pekerja layanan panggul Tanah Abang, Sani (29) mengaku, kondisi pasar sudah kembali normal, berbeda dengan hari-hari sebelumnya saat pandemi. Dia menuturkan, upah untuk pelayanan panggul yang diterimanya bisa mencapai Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu per hari. “Dulu mungkin hanya Rp 80 ribu sehari. Minggu ini semakin ramai,” kata Sani.

    Di lokasi pantauan, sejumlah toko pakaian dan perlengkapan ibadah di Blok A dan B Pasar Tanah Abang dipenuhi pembeli. Namun, tidak ada petugas keliling yang mengawasi agar pengunjung tidak ramai. Meski begitu, pengunjung terlihat mengenakan topeng di dalam gedung.




    Source