Pembuat Bubur Lapor Aparat ASN Pemprov Lampung ke Polisi

    Kejadian tersebut terekam dalam video oleh seorang warga setempat.

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial A yang bekerja di salah satu Pemprov Lampung dilaporkan ke polisi, Kamis (12/8). Pasalnya, ASN mengamuk dan mengancam setelah pelapor diduga lambat menyampaikan pesannya.

    Ramadhiyan Eka Saputra, pembuat bubur ayam yang tinggal di depan Gedung Museum Lampung di Jl Zaenal Abidin Pagaralam, tidak terima perlakuan ASN terhadapnya saat berdagang. Didampingi kuasa hukumnya, Gunawan Parikesit, ia melaporkan kasus pencabulan tersebut ke Polsek Bandar Lampung.

    Gunawan Parikesit mengatakan, bentuk kekerasan verbal dan ancaman pelecehan yang dilakukan ASN saat kliennya berdagang di depan Gedung Museum Lampung tidak tepat. “Kami sudah melaporkan kejadian itu ke polisi,” kata Gunawan, wartawan harian lokal Lampung.

    Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi pada masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 selama pandemi Covid-19 di Kota Bandar Lampung. Saat ini, kata dia, mencari penghasilan sudah sangat sulit, namun ASN justru tidak membantu melainkan mengamuk dan mengancam para pembuat bubur tersebut.

    Informasi yang didapat, oknum ASN yang bekerja di Pemprov Lampung itu marah setelah pesanan bubur tidak kunjung datang. ASN marah kepada pembuat bubur dan mengutuknya, dan mengamuk mengancam akan melempar batu ke pembuat bubur. Kejadian tersebut terekam dalam video oleh seorang warga setempat.

    Setelah laporan diterima oleh Polres Bandar Lampung yang bertugas, pelapor akan berkoordinasi dengan Pemprov Lampung dan melanjutkan laporan tersebut ke Penyidik ​​Pegawai Negeri Sipil atau PPNS. “Klien kami berharap ASN bisa diberikan sanksi,” ujarnya.

    Ramadhiyan yang akrab disapa Ustaz Royan mengatakan, polisi harus menindaklanjuti laporannya agar ada efek jera bagi oknum ASN yang mencacinya saat berdagang bubur. Menurutnya, ASN lalu mencaci maki dirinya saat hendak mengabdi padanya.

    Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana mengaku polisi telah menerima laporan Ustaz Royan bersama kuasa hukumnya. Penyidik ​​masih mendalami kasus tersebut dengan memanggil korban dan pelaku serta saksi lainnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qxqbrd396/tukang-bubur-laporkan-oknum-asn-pemprov-lampung-ke-polisi