PEMDA BAYAR GANTI RUGI TAHAP I JALAN LINGKAR UTARA ALAS

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah melalui proses musyawarah dan mufakat dengan para pemilik tanah (yang berhak) yang terkena dampak bagi pembangunan jalan lingkar utara Alas, maka Pemda Sumbawa pada tanggal 21 Desember 2018 lalu telah merealisasi pembayaran ganti rugi tahap pertama mencapai sekitar Rp 6 Miliar yang langsung dimasukkan kedalam rekening bank masing-masing pemilik tanah yang lahannya terkena dampak bagi pembangunan jalan lingkar utara Alas tersebut, dengan pembayaran tahap kedua direncanakan akan dilakukan paling lambat akhir Januari 2019 mendatang, ungkap Kabag Pertanahan Setda Sumbawa Abdul Haris S.Sos didampingi Kasubag Pengadaan Tanah Surbini SE MM dalam keterangan Pers akhir tahun kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin siang (31/12).
Pembayaran ganti rugi tahap pertama itu dilakukan pada dua tempat di Kantor Camat Alas dan dikantor Camat Alas Barat terang Abdul Haris, tentu dilakukan oleh Pemda Sumbawa berdasarkan hasil penilaian dari lembaga independen (Appraisal) KJPP SIH Wiryadi dan Rekan yang telah ditunjuk sebelumnya, dengan jumlah total alokasi dana ganti rugi lahan tanah milik warga masyarakat yang terkena dampak bagi pembangunan jalan lingkar utara Alas itu yang harus dipersiapkan oleh Pemda Sumbawa lewat APBD mencapai Rp 21.100.232.502 (sekitar Rp 21 Miliar lebih), dimana kegiatan musyawarah telah dilakukan dengan pemilik tanah (yang berhak) dengan kesepakatan menyetujui untuk dilakukan ganti rugi dalam tiga tahap pembayaran terhadap 125 bidang tanah milik sekitar 115 orang warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar utara Alas dimaksud.
Sesuai dengan hasil kesepakatan bersama dengan para pemilik tanah sambung Kasubag Pengadaan Tanah Surbini SE MM, dengan mengacu kepada hasil penilaian ganti kerugian dalam pengadaan tanah pembangunan jalan lingkar utara Alas yang telah dilaksanakan oleh Appraisal KJPP Sih Wiryadi dan Rekan dimaksud mencapai Rp 21.100.232.502 (sekitar Rp 21 Miliar lebih), dengan jumlah anggaran awal yang telah disiapkan Pemda Sumbawa melalui APBD 2018 mencapai Rp 13.500.000.000, (Rp 13,5 Miliar), teralokasi lewat APBD Perubahan 2018 sebesar Rp 6.000.000.000 (Rp 6 Miliar) dan APBD Sumbawa 2019 sebesar Rp 7.500.000.000, (Rp 7,5 Miliar) serta masih ada kekurangan anggaran sebesar Rp 7.600.232.502 (Rp 7,6 Miliar lebih) yang akan diusulkan melalui APBD Perubahan tahun 2019 dan/atau APBD Sumbawa tahun 2020 mendatang, ujarnya.
Menurut Surbini, pembayaran ganti kerugiannya telah disepakati dilakukan dalam tiga tahap yakni tahap pertama (I) sebesar 28,4%, tahap kedua (II) sebesar 35,5%, tahap ketiga (III) sebesar 36,1%, dimana pembayaran tahap ketiga (III) sesuai dengan hasil penilaian oleh penilai independen (Appraisal) KJPP SIH Wiryadi dan Rekan tanggal 7 Desember 2018, setelah penetapan APBD-P Sumbawa tahun 2019 dan/atau APBD Sumbawa tahun 2020 sesuai dengan berita acara kesepakatan yang telah ditandatangani bersama, dan untuk pembayaran tahap pertama (I) dengan nilai anggaran daerah yang telah dikeluarkan sebesar Rp 6 Miliar telah tuntas dilakukan 21 Desember lalu, tentu dibayarkan kepada pemilik tanah yang berhak dengan syarat administrasi yang lengkap, dan pembayaran ganti rugi tahap berikutnya akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, tukasnya.
Sejumlah fase tahapan telah dilaksanakan dimulai dari kegiatan perencanaan, persiapan termasuk didalamnya soal fisibility study dinilai sudah tak ada masalah, sehingga tahapan lanjutan bagi kegiatan pelaksanaan dan penyerahan hasil dilakukan, dengan tahapan pengukuran atas sejumlah lahan tanah milik warga masyarakat yang terkena dampak bagi rencana pembangunan jalan lingkar utara Alas dimaksud telah tuntas dilaksanakan dengan baik tanpa adanya kendala dilapangan oleh tim teknis yang diturunkan langsung dari Kanwil BPN Provinsi NTB, dan bahkan sebelumnya telah dilakukan kegiatan sosialisasi kepada warga masyarakat setempat, dimana sesuai dengan hasil fisibiity study (FS) pembangunan jalan lingkar utara Kecamatan Alas sepanjang 5,19 Km dengan lebar 50 meter dimulai dari titik depan SMK Kelautan Labuan Alas Kecamatan Alas melingkar ke utara tembus hingga kesamping taman putri Balqis yang berada di Desa Gontar Kecamatan Alas Barat, dengan jumlah ganti kerugiannya yang layak dan adil sebagaimana diatur didalam ketentuan UU No 2 Tahun 2012, papar Surbini SE MM.