PEMDA DIMINTA FOKUS SOAL KEBUTUHAN PETANI

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Memasuki tahun ketiga pemerintahan Husni –Mo untuk membawa dan menuju Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat sesuai dengan visi dan misi yang diemban, justru diminta untuk dapat menunjukkan greget pembangunan disegala bidang sesuai dengan janji (jargon) politik yang telah didengungkan sebelumnya, sebagaimana dikemukakan Berlian Rayes S.Ag Sekretaris Komisi II yang juga anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Sumbawa dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin menyatakan kalau Komisi II DPRD Sumbawa telah mendapatkan keluhan dan pengaduan dari masyarakat terkait dengan masalah ketersediaan pupuk yang dibutuhkan petani, dan ini yang harus diproritaskan oleh pemerintahan Husni-Mo.
Seyogyanya Pemda Sumbawa saat ini memikirkan strategi bagaimana melakukan penyiapan dalam menghadapi musim hujan dan musim tanam (MH/MT – I) tahun 2018 ini kata Berlian Rayes, mengingat para petani saat ini sedang bersemangat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, tetapi kalau sarana dan prasarana serta fasilitas yang dibutuhkan tidak ditunjang bagaimana mau maju Sumbawa ini.
Bahkan, Berlian Rayes politisi muda yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Sumbawa ini juga menuntut janji politik Bupati Husni yang katanya doeloe akan menyediakan pupuk gratis dan ini janji politik yang ditunggu masyarakat, apalagi masyarakat kita sekarang ini sudah mulai cerdas melihat apa sich peran dan program yang dilaksanakan oleh Pemda itu dalam membantu meretas persoalan yang dihadapi para petani, dimana masyarakat itu sendiri tidak meminta fasilitas yang muluk-muluk tetapi hanya meminta apa yang menjadi kebutuhan petani itu benar-benar disediakan saat mereka membutuhkan terutama soal ketersediaan pupuk itu sendiri mampu kock dibeli oleh masyarakat tani asalkan sesuai dengan standar Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah, tukasnya.
“Jangan sampai ada lagi pupuk ilegal, tidak boleh ada pupuk palsu maupun benih palsu dan rusak serta harga diatas HET, sebab kalau itu terjadi kami menuntut tanggung jawab Pemerintahan Husni-MO untuk bisa membenahinya kearah yang lebih baik, dan kami sebagai komisi teknis tentu akan terus mengawasi masalah pupuk dan kebutuhan lainnya dari petani tersebut, agar tercapai kesejahteraan yang diinginkan masyarakat daerah ini,” pungkas Berlian Rayes S.Ag.