Pemda Diminta Waspadai Konflik Horizontal di Brang Kolong

Plampang, Gaung NTB
Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang sekarang ini dinilai rawan terjadi konflik horizontal, pasalnya di desa tersebut terdapat pendatang dari kabupaten lain yang kerap bermasalah dengan warga setempat.
Surbini, pemuda desa setempat kepada Gaung NTB, belum lami ini menyampaikan, bahwa potensi terjadi konflik cukup besar di desanya, pasalnya para pendatang yang sebagian besar petani bawang tersebut kerap bermasalah dengan pemuda setempat.
Menurut Surbini, hampir setiap bulan terjadi permasalahan dan dikhawatirkan akan membesar apabila tidak segera ditangani oleh pemerintah baik pemerintah desa, kecamatan maupun aparat kepolisian setempat dan para pendatang tersebut rata-rata menyimpan senjata rakitan dan senjata panah.
Terkait dengan permasalahan ini menurut Surbini, pihaknya bersama dengan sejumlah pemuda setempat pernah menyampaikan kepada pemerintah desa agar bersama-sama Polsek Plampang menggelar razia senjata tersebut, namun sampai saat ini menurutnya tidak pernah ada tindak lanjut.
Sekedar diketahui kata Surbini, bahwa beberapa tahun lalu pernah terjadi konflik antara pendatang dengan warga setempat, dengan korban di pihak warga setempat yang terkena anak panah, namun beruntung permasalahan berhasil diredam pemerintah.
Belajar dari pengalaman tersebut kata Surbini, sebelum permasalahan yang sama terulang kembali, diharapkan kepada pemerintah agar segera menyikapi masalah ini, karena sekarang katanya, sudah mulai terlihat potensi terjadi konflik. “Warga Sumbawa sangat menghargai dan menghormati pendatang, namun jangan sampai kepercayaan itu dihianati dengan berbuat semaunya,” katanya.
Oleh karena itu Surbini, meminta kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya agar mewaspadai dan menyikapi potensi konflik ini sebelum terjadi.