Pemda Ingin Wujudkan Mimpi Besar Sebuah RSUD Representatif Bupati Husni : “Ajak Semua Elemen Untuk Bertemu”

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pro kontra rencana relokasi pembangunan RSUD Sumbawa kelokasi di Balai Benih Induk (BBI) yang berada dikawasan Sering Kecamatan Unter Iwes dari berbagai kalangan termasuk pro kontra yang terjadi dikalangan Legislatif (DPRD Sumbawa) dengan 6 Fraksi dari 9 Fraksi yang ada termasuk sejumlah tokoh daerah ini menolak dan tidak setuju dilakukan relokasi ke BBI Sering yang merupakan salah satu kawasan pertanian dan masuk dalam kawasan peresapan air dimusim hujan dan sejumlah dampak lainnya yang dikhawatirkan kedepan akan terganggu termasuk didalamnya soal alih fungsi lahan, karena itu diingatkan kepada pihak Eksekutif untuk tidak gegabah mengambil kebijakan, dimana masalah relokasi RSUD Sumbawa tersebut kini menjadi pembicaraan hangat bagi publik.
Bagaimana tanggapan orang nomor satu didaerah ini terkait dengan adanya penolakan keras dari sebagian besar Fraksi Dewan tersebut, berikut petikan wawancara khusus Gaung NTB dengan Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc Senin siang (08/10) kemarin, menyatakan berkaitan dengan rencana rerlokasi rumah sakit (RSUD Sumbawa), itu merupakan mimpi besar saya waktu menjadi Wakil Ketua DPRD Sumbawa doeloe, dan itu menjadi tanggung jawab hari ini ketika kita memegang tampuk kepimpinan eksekutif (pemegang kebijakan), namun untuk memulai itu tentu dengan segala bentuk kajian yang sangat mendalam dan Alhamdulillah itu semua terpenuhi syaratnya baik itu dokumen master plant dan study kelayakan – fisibility study (FS) maupun soal AMDAL dan lainnya telah lengkap, tukasnya.
Menurut Bupati Husni, yang paling penting saat ini kami telah meminta kepada perangkat kerja untuk berupaya setidak-tidaknya jangan sampai tergerus APBD, kalau bisa mencari dana diluar carilah diluar, dan Insha Allah mudah-mudahan kalau ini dimulai tahun 2019 dan kemudian pemetaan lahannya selesai menjadi tanggung jawab kita dan optimis kita akan mendapatkan bantuan untuk mewujudkan pembangunan RSUD Sumbawa yang baru tersebut, ujarnya.
Saya mendengar sepertinya kita (Pemda) diprotes kemudian seolah-olah pembangunan yang ada hanya fokus pada beberapa wilayah tertentu saja kata H Husni itu sama sekali tidak benar, sebab sekarang ingin bangun didalam kota kock malah ingin tidak disetujui, katanya di Alas dan Utan saja, mereka tidak melihat bagaimana pembangunan wilayah Selatan dan Timur seperti di Teluk Santong misalnya juga kedepan kita bangun, Begitu ada pembangunan Beringin Sila di Utan dan pembangunan pengalihan jalan di Alas seolah-olah fokus saja disana, itu tidak benar karena kami bertekad semua sektor pembangunan dapat merata, tetapi tentu dilakukan secara bertahap sesuai dengan alokasi anggaran yang tersedia.
“Artinya beri kami masukan atau minta kita bertemu dengan baik, supaya mereka tidak kebablasan menceritakan kepada publik bahwa ini ada hal yang tidak benar gitu lho, namanya dukungan dan tidak didukung juga boleh tetapi mari bersepakat, dan kalau memang belum begitu paham undang saja kami Pemerintah untuk menjelaskannya, agar permasalahannya dapat menjadi jelas dan terang benderang, karena itu mari kita bahas secara bersama-sama secara terbuka, dengan tidak melemparkan suatu masalah ke publik sehingga menimbulkan pretensi yang beragam,” pungkas Bupati Husni.(Gad)