Pemda KSB Terus Sikapi Dampak Bencana Kekeringan

Taliwang, Gaung NTB
Dampak bencana kekeringan kian dirasakan di beberapa daerah, tak terkecuali dengan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Belakangan ini beberapa desa mulai merasakan dampak kekeringan khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Drs H Hamzah, mengaku dampak bencana kekeringan bakal terasa di lima kecamatan seperti Taliwang, Seteluk, Poto Tano, Brang Ene dan Jereweh. Dampak kekeringan saat ini lebih kepada kekurangan air bersih untuk kebutuhan makan, minum, masak sehari hari masyarakat setempat.
Sementara dari standar konsumsi untuk kebutuhan air bersih per satu orangnya sekitar 20 liter perhari. “Jika mengacu kepada kebutuhan tersebut, maka suplay air bersih ke masyarakat harus lebih maksimal,” ujarnya.
Seperti diketahui sudah banyak beberapa desa dan tokoh masyarakat yang mengajukan permintaan kebutuhan air bersih, yang disampaikan secara tertulis ke Bupati KSB, DR Ir H W Musyafirin MM, untuk selanjutnya diteruskan ke BPBD guna dilakukan penanganan. Permintaan kebutuhan air bersih ini tidak lepas karena debet air yang ada di desa-desa sudah mulai berkurang.
Dampak kekeringan ini mulai terasa di desa pesisir seperti di Kecamatan Taliwang, Desa Kertasari, dan Kecamatan Poto Tano di Desa Poto Tano, Desa Tambak Sari, Tua Nanga dan lainnya.
Sebelumnya terhadap desa yang belum terdistribusi air bersih akibat debet air yang berkurang, terpaksa memaksimalkan air bersih seadanya yang ada di desa setempat. Seperti di desa Tua Nanga belum lama ini yang mana sumur pompa boor nya diketahui mengalami kerusakan, akibat kekeringan.
Sedangkan untuk desa Tambak Sari Pompa mesin nya yang mengalami kerusakan, dan telah dibantu oleh Bupati KSB melalui dana Bansos yang bersumber dari APBD.