Pemda Mulai Berdayakan Masyarakat Melalui Biogas dan Limbah Biogas

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemerintah Daerah sekarang ini tengah berupaya untuk memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan Biogas dan Limba Biogas. Hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan PT Filantra dengan PT Telkomsel Sumbawa.
Untuk memulai kegiatan tersebut, Pemda Sumbawa bersama pihak perusahaan telah melakukan launching yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Kepala Pertanian Kabupaten Sumbawa, Relationship Manajemen Filatra, Super Visor Telkomsel Sumbawa, Camat Unter Iwes dan para tamu undangan lainnya, yang berlangsung di Dusun Sering Ai Beta Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes, Kamis (07/02).
Wakil Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah dalam arahannya menyampaikan rasa syukur karena kegiatan itu dihajatkan untuk memberdayakan masyarakat, sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat memanfaatkan kotoran ternak yang melimpah menjadi bahan biogas.
Kedepan H Mo—sapaan akrab Wakil Bupati Sumbawa, berharap program pemanfaatan kotoran ternak menjadi bahan biogas ini perlu terus didukung dan perlu untuk direplikasi oleh desa -desa yang lainnya, terutama desa – desa dengan populasi ternak yang cukup banyak.
Namun yang menjadi perhatian bersama sekarang ini lanjut H Mo, adalah masalah pola pemelihaan ternak di Sumbawa yang berbeda dengan yang di daerah lain yakni di daerah lain pemeliharaan ternak dengan sistem kandang sedangkan di Sumbawa mengunkan sistem Lar (dilepas). Hal ini katanya perlu ada pemikiran agar tehnik mengumpulkan kotoran ternak ini dapat mencapai target yang diinginkan, Sehingga nantinya proyek yang diadakan tersebut dapat dirasakan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti proyek Biogas oleh Wakil Bupati Sumbawa dan penyerahan secara simbolis piagam Proyek Reactor Biogas Desa Kerato, kemudian juga dilakukan penyerahan plakat komitmen bersama warga masyarakat terhadap proyek Reactor Biogas, serta penyerahan bingkisan kepada warga dan dilanjutkan peninjauan lokasi Dum Biogas.
Sebelumnya Relationship Management Filantra, Reby Bagja Herdian, menyampaikan bahwa Filantra ini berdiri dari tahun 1998 dan focus adalah sebagai konsultan CSR baik pada perusahaan swasta maupun BUMN/ BUMD.
“Jangkauan proyek kita sudah ada dari Aceh sampai Papua termasuk di Sumbawa ini,” ujarnya. Program Reaktor Biogas katanya, sudah berjalan sekitar dua bulan yang lalu. Untuk biogas tersebut dimemanfaatkan kotoran – kotoran hewan yang potensinya cukup besar yang diolah sedemikian rupa dengan masukkan ke dalam dum. Dari gas ini lanjutnya, dapat dibuat berbagai macam ada gas untuk api, listrik dan berbagi macam lainnya. Namun untuk saat ini pihaknya sedang focus diperapian artinya gas dari kotoran hewan ini dimanfaatkan untuk sumber api. Selain itu sambungnya, untuk hasil biogas juga akan dipergunakan untuk kebun produktif yang ada di Desa Jorok.
Ditempat yang sama, SPV SOO Sumbawa Telkomsel, Basuki Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan itu dilakukan dalam bentuk CSR sebagai amanah dari Majelis Ta’lim Telkomsel (MNT). Kegiatan itu katanya, bermanfaat untuk Kabupaten Sumbawa pada umumnya dan Kecamatan Unter Iwes khusunya.
“Semoga dari kegiatan ini kita dapat lebih luas lagi dan Filantra ini bisa diminta untuk survey untuk menambah kegiatan seperti ini di daerah lainnya yang ada di Kabupaten Sumbawa ini,” demikian Basuki Wijaya.