Pemda Sumbawa Canangkan Gerakan Literasi Sekolah Sumbawa Membaca

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saat ini tengah gencar berupaya untuk membangun budaya Literasi di daerahnya. Salah satu bentuknya ialah dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) No. 5 Tahun 2017 tentang petunjuk pelaksanaan gerakan literasi di Sekolah Dasar (SD). Keberadaan Perbup ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk membangun minat baca sejak dini bagi setiap siswa SD di Bumi Sabalong Samalewa.
Untuk mensosialisasikan keberadaan Perbup ini kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa, secara luas pemda setempat bersama Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) mitra dari Save The Children, mengadakan kampanye literasi bertajuk Gerakan Sumbawa Membaca, Kamis (23/11).
Selain diikuti 500 siswa SD kelas I, II dan III, kampanye literasi yang di pusatkan di lapangan sepak bola Cendrawasih ini, juga dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, yang diwakili Asisten II, Drs H Didi Darsani, Apt, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), H Sudirman Malik, SPd, Komandan Kodim 1607/Sumbawa, Letkol Arm Sumanto, SSos, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, DR Arahman Alamuddy, serta sejumlah kepala SKPD.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II, Drs H Didi Darsani, Spt, menyampaikan bahwa pendidikan literasi bukan hanya menekankan pada kemampuan anak untuk membaca dan menulis saja. Kedua jenis kemampuan ini sebenarnya hanya menjadi landasan bagi tujuan yang lebih luas lagi, yakni membentuk generasi yang mampu berfikir kritis dalam menyikapi informasi yang berkembang.
Menurutnya, optimalisasi gerakan literasi pada jenjang SD perlu didukung dan dioptimalkan. Karena itulah, Pemda Kabupaten Sumbawa, merasa perlu menerbitkan Perbup No. 5 Tahun 2017 tentang Gerakan Literasi Sekolah, agar masyarakat dan seluruh stakeholder terkait turut berpartisipasi dan berkonstribusi dalam mendukung gerakan literasi sekolah, baik di lingkungan sekolah itu sendiri maupun di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, H Sudirman Malik, SPd, dalam laporannya menegaskan program literasi ini harus digalakkan dan disyukuri. Sebab di NTB, hanya ada dua kabupaten yang ditunjuk, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Utara.
Di Kabupaten Sumbawa sebut H Sudirman Malik, ada 25 sekolah yang menjadi pendamping dalam program literasi atau gerakan gemar membaca tersebut. Nantinya, sekolah-sekolah ini diharapkan mampu mengimbasnya ke sekolah-sekolah lain.
Khusus dalam lingkup Dinas Dikbud Sumbawa, gerakan gemar membaca ini sudah diterapkan dalam lingkungan sekolah. Di mana 15 menit sebelum proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), seluruh siswa diwajibkan untuk membaca.
Selain dimaksudkan agar siswa semakin gemar membaca, menulis dan berhitung gerakan literasi 15 menit sebelum KBM ini juga bertujuan supaya tidak ada lagi siswa buta aksara.
Kegiatan sendiri diakhiri dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Sumbawa, yang diwakili Asisiten II, menandai mulai dicanangkannya Gerakan Literasi Sekolah Sumbawa Membaca.