Pemda Sumbawa Gelar Lomba Perlindungan Mata Air

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Sumbawa Drs H Muhammading, MSi membuka secara resmi kegiatan Penilaian Lomba Perlindungan Mata Air Tingkat Provinsi NTB 2018, yang berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Luk Kecamatan Rhee, Selasa (06/11). Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Pimpinan OPD Kabupaten Sumbawa, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Provinsi NTB, Tim Penilai Lomba Permata Tingkat Provinsi NTB, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, kelompok Permata Tiu Seliyo Desa Luk, Kepala Desa Luk serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Sumbawa.
Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Drs H Muhammading, MSi menyampaikan apresiasi kepada Tim Penilai Lomba Permata Tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut memberikan manfaat yang sangat besar dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, melaksanakan aksi lokal untuk mengantisipasi perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan kekeringan akibat musim yang tidak bisa diprediksi.
“Kegiatan ini tidak semata-mata sebagai penilaian untuk meraih juara, tetapi untuk menjadi ajang pembinaan dan sharing informasi dalam rangka mewujudkan tata praja lingkungan atau kepemerintahan yang baik di bidang lingkungan hidup,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh masyarakat melalui Camat dan Kepala Desa untuk tetap aktif melaksanakan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan,  meneruskan penanaman pohon penghijauan secara sukarela di halaman kantor, sekolah, rumah, dan jalan-jalan/tempat umum,  meminimalkan sampah dari sumbernya terutama sampah rumah tangga,  memelihara kebersihan sungai dan sekitarnya dengan tidak membuang sampah ke sungai, memelihara kelestarian sumber-sumber air, memelihara dan mengamankan pohon yang berada di sekitar mata air atau daerah tangkapan air, melaksanakan awig-awig yang telah disepakati dalam menjaga kelestarian mata air.
Sementara itu Ketua Tim Penilai Lomba Ir H Muhammad Yusuf MSc menyampaikan bahwa pemanasan global yang dirasakan saat ini tidak bisa dihindari lagi.
“Oleh karena itu, kita sekarang harus sadar, jangan buang sampah sembarangan karena menjelang hujan akan menjadi masalah kita. Menyelamatkan lingkungan melalu konservasi bukan hanya dilakukan dihutan, laut dan darat,” paparnya.
Disampaikan pula, bahwa masalah mata air tersebut menjadi isu krusial terutama di Pulau Sumbawa. Berdasarkan data tahun lalu, sumber mata air berada di 2 pulau, 10 kabupaten/kota. Di Pulau Sumbawa jelasnya, ada 1.670 mata air yang telah diidentifikasi, kemudian di Pulau Lombok ada 2 ribu mata air. Debit mata air yang telah di kaji dua pulau berbeda, karena Pulau lombok lebih besar dari 10 liter per detik sedangkan di Pulau Sumbawa minimum 5 liter perdetik. Diharapkan kepada Dinas lingkungan hidup Kab. Sumbawa untuk dapat mengidentifikasi semua jenis mata air mulai dari tingkat RT.