PEMDA, TNI DAN KEJAKSAAN DUKUNG OPSGAB TIM PORA *Imigrasi Tidak Akan Perpanjangan Izin 10 WNA RRC.

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemda Sumbawa diwakili Sekda Sumbawa Drs H Rasyidi memberikan arpesiasi atas kinerja Tim Pora dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing didaerah ini, terutama berkaitan dengan kehadiran dan keberadaan 10 orang WNA asal RRC yang melakukan kegiatan bisnis membeli ubur-ubur di wilayah Kecamatan Tarano, dengan cepat dan tanggap dalam menyikapi persoalan yang ada, apalagi Tim Pora itu sendiri didukung oleh jumlah anggota yang komplit dan lengkap akan bisa bekerja secara maksimal dalam menuntaskan persoalan dengan sebaik-baiknya.
Diakui memang Kabupaten Sumbawa memiliki wilayah perairan dan daratan yang begitu luas memiliki berbagai potensi sumberdaya alam yang kaya dan beraneka ragam terutama sumber daya kelautan dan perikanan, sehingga tidaklah mengherankan dapat menarik minat orang asing (pengusaha) untuk datang kedaerah ini dalam rangka melakukan dan menanam bisnis investasi maupun kunjungan wisata, dalam hal ini Pemda dan masyarakat Sumbawa menyatakan welcome kepada siap saja yang ingin menanamkan investasinya diberbagai bidang usaha didaerah ini, namun dengan keberadaan WNA RRC tersebut yang melakukan aktivitas usahanya di Tarano tersebut seyogyanya harus dapat menunjung tinggi norma aturan dan adat istiadat yang berlaku dengan menjunjung nilai-nilai tata krama dan sopan santun.
“Kita sangat mendukung jika ada invstor ataupun pengusaha yang melakukan aktivitas usaha dalam rangka membantu warga masyarakat meningkatkan ekonominya, tetapi tentu izin usahanya harus jelas, sebab jika izinnya tidak jelas maka jangan pernah melakukan usaha, sebab nanti akan merugikan semua pihak, karena itu kepada pengusaha lokal yang menjadi partner ataupun mitra kerjanya hendaknya memahami dan menegakkan regulasi aturan perundang-undangan yang berlaku, mereka datang berusaha kedaerah ini tentu harus menjunjung tinggi aturan yang berlaku di Negara kita sebagaimana kita juga menghargai mereka, sebab jika mereka tidak bisa menjunjung tinggi nilai dan tata krama yang ada maka perlu ditindaklanjuti dan tindak tegas karena tidak memberikan azas manfaat bagi bangsa dan negara ini,” pungkas Sekda Rasyidi.
Sementara itu Dandim 1607 Sumbawa diwakili Dan-Unit Intel Letda Inf Ichsan Mashuri, memandang dari segi keamanan, maka sangat perlu dilakukan kegiatan penertiban secara bersama-sama (Opsgab) Tim Pora guna dapat memberikan sok terapi bagi WNA RRC tersebut, agar mereka tidak terus menerus melakukan kegiatan yang melanggar UU, begitu pula kepada oknum Kades dan partner kerja orang asing tersebut perlu diberikan teguran dan pemahaman agar mereka bisa lebih kooperatif dan mau bekerjasama dalam mengawasi keberadan orang asing didaerah ini, tukasnya.
Bahkan, Kajari Sumbawa diwakili Jaksa Lenny Martha Barimbing SH dan Jaksa Purning Dahono Putro SH sangat mendukung langkah dan kegiatan Opsgab Tim Pora dalam melakukan pengawasan dan mengambil tindak tegas terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan orang asing, dimana pihak Kejaksaan sesuai dengan kewenangan dan tupoksi yang dimiliki akan selalu siap bergerak melakukan penindakan tegas jika ada yang melanggar baik itu yang mengandung unsur pidana maupun perdata, ujarnya.
Sedangkan kepala Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Besar Andy Cahyono Bayuadi, menyatakan kalau pihak Imigrasi akan mengambil sikap tegas terhadap keberadaan 10 WA-RRC tersebut, dengan tidak akan melakukan perpanjangan izin tinggal bagi mereka, karena mereka dinilai telah melakukan penyimpangan tentang izin usaha, dimana Imigrasi sendiri secepatnya akan membentuk sebuah tim khusus untuk memanggil WNA RRC tersebut untu memberikan penjelasan terkait dengan pelanggaran yang mereka lakukan, yang jelas kami tidak akan melakukan perpanjangan atas izin mereka, tandasnya.