Pemerintah akan membentuk tim intelijen untuk memburu dana negara dari Obligor BLBI

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Gita Irawan

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah akan membentuk tim intelijen untuk memburu dana negara yang diperkirakan mencapai Rp. 119 triliun dari obligor BLBI.

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan, selain tim intelijen, pemerintah juga akan membentuk tim litigasi, tim non litigasi, dan tim lain untuk memburu uang tersebut.

    “Kita bentuk berbagai tim, nanti ada tim litigasi, ada tim non litigasi, ada tim intelijen, tim macam-macam,” kata Mahfud MD di Kompas TV, Selasa (13/4/2021). ).

    Mahfud MD mengatakan, dengan tim yang tergabung dalam Satgas Penanganan Hak Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), diharapkan pemerintah bisa menghitung berapa jumlah uang negara yang bisa segera dieksekusi oleh obligor.

    Baca juga: Mahfud MD Membuka Opsi Penyanderaan Jenazah Terhadap Obligor BLBI

    Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan segera menghitung jumlah pasti uang negara yang bisa segera dihemat dari obligor BLBI.

    “Kita tidak bisa memprediksi, menghitung dengan pasti, tapi kita akan langsung menghitung, mana yang bisa kita eksekusi dulu, baru kita eksekusi,” kata Mahfud.

    Mahfud juga mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum menargetkan berapa banyak uang negara yang bisa segera dieksekusi.

    Baca juga: Komisi Pemberantasan Korupsi Buka Peluang Kembali Menjebak Sjamsul dan Itjih Nursalim dalam Kasus BLBI, Begini Syaratnya

    “Belum. Kami belum punya target,” kata Mahfud.

    Mahfud mengatakan Satgas yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.6 Tahun 2021 tentang Pembentukan Satgas Penanganan Hak Gugatan Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) bertugas mengambil dana negara yang diperkirakan mencapai Rp 110 triliun. dari 48 obligor. dengan 12 jaminan bermasalah.

    “Jadi bapak lihat, ada 48 obligor dengan berbagai jenis penjaminan. Yang dijamin ada 12 macam masalah, maka Satgas pun dibentuk,” kata Mahfud.

    Baca juga: Mahfud MD Jelaskan Alasan Pembentukan Satgas Penanganan Hak Piutang Negara atas Dana BLBI

    Mahfud menjelaskan, penjaminan dari para obligor bermasalah karena ada yang menyerahkan barang tapi sertifikatnya tidak ada, ada yang menyerahkan sertifikat dan barang tapi belum dilakukan peralihan, dan ada yang sekarang pindah. aset di luar negeri.

    “Ada yang berbentuk uang asing. Ada yang berupa rekening Indonesia dan sebagainya. Ada 12 macam masalah,” kata Mahfud.

    Untuk menghimpun uang negara dengan berbagai permasalahan tersebut, kata Mahfud, pemerintah membentuk Satgas.

    “Nah, harus ada satgas seperti ini. Tidak bisa dilakukan secara rutin,” kata Mahfud.




    Source