Pemerintah akan spin off PLTU lama dari PLN

    Spin off dilakukan agar PLN lebih leluasa mengembangkan EBT.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian BUMN mempercepat prosesnya berputar dari PLTU lama yang masih beroperasi. Melangkah berputar dari PLN dilakukan agar PLN bisa lebih leluasa dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT).

    Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, saat ini PLN sedang memfinalisasi data PLTU mana yang akan dimasukkan dalam data. berputar yang kemudian akan digabungkan. Jika ini selesai, PLTU gabungan tersebut akan dibentuk menjadi perusahaan tersendiri untuk menjadi anak perusahaan PLN dan akan masuk dalam daftar IPO.

    “Kami menargetkan ini berputar PLTU dari PLN itu akan selesai tahun ini. Nanti jadi satu yang kemudian menjadi PT sendiri di bawah PLN,” kata Arya saat konferensi pers, Selasa (5/10) malam.

    Arya menjelaskan, ada tiga kriteria utama PLTU yang akan dikerjakan berputar dari PLN. Pertama, PLTU tersebut secara teknis sudah tua, sehingga kurang efisien. Kedua, dalam lima tahun ke depan rekam jejakadalah kurang dari 80 persen. Ketiga, oleh faktor kapasitas juga lebih rendah dari 50 tahun.

    “Nah, kalau PLTU ini sudah memenuhi dua kriteria itu, tetap kita lakukan berputar yang kemudian dapat kita monetisasi. Jika mereka bergabung, akan lebih efisien dan PLN tidak perlu lagi khawatir mengurus pembangkit yang tidak efisien,” kata Arya.

    Arya juga menilai langkah ini sejalan dengan rencana PLN menutup pembangkit pada 2060. Apalagi, ke depan pemerintah meminta PLN lebih fokus mengembangkan EBT. Jadi, dengan PLTU yang lebih efisien setelah mandiri, layak untuk IPO.

    “Pendanaan yang diperoleh dari IPO ini selanjutnya dapat digunakan PLN untuk meningkatkan investasi di sektor EBT,” kata Arya.



    https://www.republika.co.id/berita/r0j56t370/pemerintah-akan-spin-off-pltu-tua-dari-pln