Pemerintah Daerah Yogyakarta Dukung Larangan Kebijakan Takbir Seluler

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mendukung kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang melarang kegiatan travelling takbir pada malam Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Saya kira demi tidak ada cluster baru (penularan COVID-19), kami mendukung keputusan Menteri Agama,” kata Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (20/4).

Untuk memastikan tidak ada takbir yang bepergian, menurut dia, Pemda DIY akan segera melakukan komunikasi dengan takmir masjid kabupaten / kota di DIY. “Kami komunikasikan dengan organisasi takmir masjid di Yogyakarta dan kabupaten / kota agar tidak ada takbir keliling yang bisa membuat keramaian,” kata Aji.

Penerapan protokol kesehatan, menurutnya tidak mudah diterapkan dalam penyelenggaraan takbir travelling. Meski pesertanya bisa diatur, menurut dia, tidak demikian halnya dengan penonton.

“Mungkin kita bisa mengatur takbir, tapi kita tidak bisa mengontrol penonton meski malam hari. Saya kira demi tidak ada klaster baru kita dukung keputusan Menteri Agama,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan masyarakat dilarang melaksanakan takbir keliling yang biasanya dilakukan di akhir bulan Ramadhan. Seperti yang dilakukan di beberapa daerah, menurut Menag, takbir biasanya dilakukan di sekitar dan berpotensi menimbulkan keramaian serta membuka peluang penularan COVID-19. Menteri Agama memberikan keterangan pers virtual di Jakarta, Senin (19/4).


Source