Pemerintah Dorong Partisipasi Usaha UMKM dalam Investasi Migas

Wartawan Tribunnews, Malvyandie Haryadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Setelah Surabaya, Kementerian Penanaman Modal/BKPM kembali menggelar Workshop Peningkatan Daya Saing Nasional 2021 di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan selama dua hari, pada 8-9 Juli 2021.

Workshop tersebut merupakan hasil kerjasama SKK Migas Sumsel dengan Kementerian Penanaman Modal/BKPM RI.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Penanaman Modal/BKPM, Anna Nurbani menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pengusaha daerah untuk terlibat aktif dalam industri penunjang hulu migas.

“Workshop ini kami hadirkan di beberapa daerah agar peran pengusaha muda terus meningkat di industri hulu migas nasional, sehingga secara tidak langsung akan membuat industri hulu migas semakin semangat untuk berinvestasi,” jelas Anna dalam sambutannya. saat membuka bengkel.

Baca juga: Untung Rp 15 T, Pertamina dinilai lebih baik dari perusahaan migas dunia

Kementerian Penanaman Modal/BKPM saat ini terus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, salah satunya sektor hulu migas yang masih sangat menjanjikan.

Apalagi, Indonesia melalui SKK Migas menargetkan peningkatan produksi migas yang signifikan dari kisaran 750.000 barel per hari menjadi 1.000.000 barel per hari.

Baca juga: Anggota Komisi VII DPR RI: Pemerintah Tidak Konsisten, Impor Migas Meroket

Anna menilai untuk mencapai target tersebut, pengusaha lokal melalui UMKM harus diikutsertakan.

“Peluang investasi di sektor migas hingga tahun 2024 diperkirakan sekitar US$ 117 miliar, ini merupakan peluang besar yang harus kita tangkap. Kementerian Penanaman Modal/BKPM akan terus mendorong partisipasi UMKM dan pengusaha daerah untuk terus didorong. terlibat dalam kegiatan investasi di sektor migas,” jelas Anna.

Baca juga: Tiga Alasan UU Migas Perlu Direvisi

Ia menambahkan, saat ini Kementerian Penanaman Modal/BKPM sedang menggalakkan program kemitraan BKPM dalam rangka Pemberdayaan Usaha UMKM.

“Target kami jelas, kami akan mendorong peluang bisnis hulu-hilir migas bagi UMKM bekerja sama dengan SKK Migas dan Kontraktor Koperasi. Selain itu, melalui kegiatan ini kami juga berharap ada peningkatan jumlah vendor atau UMKM yang terintegrasi dalam database SKK Migas untuk sektor jasa penunjang migas,” ujar Anna/

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan juga menyampaikan dukungan dan komitmen unitnya terhadap pelibatan UMKM dan pengusaha lokal.

“SKK Migas Sumbagsel tentunya sangat terbuka bagi sesama pengusaha daerah dan UMKM. Wilayah Sumatera Selatan memiliki potensi dan sumur minyak yang membutuhkan partisipasi aktif dari rekan-rekan pengusaha. Kami akan melanjutkan acara yang digagas Kementerian Penanaman Modal/BKPM dengan pertemuan lebih lanjut dengan sesama Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI),” kata Anggono.

Workshop yang digelar selama dua hari ini juga dihadiri oleh Ketua Umum HIPMI Sumsel, Hermansyah Mastari, Staf Ahli Menteri ESDM, Nanang Abdul Manaf, Kepala Bidang Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa. SKK Migas, Widi Santuso, Kontraktor Koperasi di Wilayah Sumbagsel, Petrochina dan Pertamina Zona 1 dan Zona 4, Deputy General Manager Medium Business BNI, Andy Yusdiman, dan Agus Suhendro, Group Head SME Business Group BSI.



https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/07/15/pemerintah-dorong-partisipasi-bisnis-umkm-di-investasi-migas