Pemerintah Kota Bogor Masih Menunggu Penurunan Vaksin dari Pusat

Saat ini pun, pihaknya tengah mengurangi jumlah vaksin yang diberikan per hari karena stok terbatas

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Program vaksinasi di Kota Bogor terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, termasuk untuk lansia. Namun, Pemerintah Kota Bogor belum menerima lagi vaksin untuk Kota Bogor dari pemerintah pusat.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor belum mendapat sinyal dari pemerintah pusat kapan stok vaksin akan kembali. “Belum ada informasi, karena saat ini pemerintah pusat mengurangi vaksin per hari karena stok terbatas,” kata Bima Arya, Rabu (21/4).

Berdasarkan data terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, vaksinasi lansia di Kota Bogor baru diberikan kepada 28.817 dari target 95.371 orang. Artinya, 30 persen target yang ditargetkan sudah divaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, dari target 95.371 orang, untuk lansia sudah diberikan suntikan dosis pertama kepada 28.817 orang atau 30,22 persen. Sedangkan suntikan kedua hanya 9.363 orang atau 9,82 persen.

Diakui Retno, rendahnya target vaksinasi lansia, menurut Retno, karena baru dimulai satu bulan lalu. Pasalnya, kebijakan pusat pada awalnya hanya diprioritaskan bagi lansia di ibu kota provinsi.

“Vaksinasi tahap kedua pada Februari awalnya hanya untuk kategori pekerja publik. Lansia menjadi prioritas di Ibu Kota Provinsi. Maret ada perubahan dari pemerintah pusat, bahwa kota atau kabupaten harus memvaksinasi lansia. Jadi kita ada telat satu bulan. Sekarang yang di utamakan para lansia dan pendidik, PNS di -Pending dulu, ”kata Retno.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, terutama target lansia yang masih rendah, perlu adanya sosialisasi yang masif tentang vaksinasi, keamanan dan manfaatnya. Retno menuturkan, Dinas Kesehatan Kota Bogor masih menemukan masih adanya lansia terutama di pedesaan yang enggan divaksinasi.

Tidak hanya itu, lanjut Retno, perlu adanya mobilisasi sasaran oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh daerah, mulai dari camat, lurah, RW dan RT, termasuk aparat daerah, babinsa dan bhabinkamtibmas serta data RW Siaga dan mobilisasi sasaran. . “Kami mengimbau warga tidak ragu-ragu divaksinasi Covid-19. Ayo sukses vaksinasi nasional,” ujarnya.

sumber: Antara




Source