Pemerintah Kota Solo Izinkan Buka Puasa Bersama dan Tadarus Alquran

    REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mengeluarkan peraturan tentang larangan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan. Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Walikota (SE) Nomor 067/1010 tentang Penyuluhan PPKM Berbasis Mikro dan Optimalisasi Peran Satgas Tingkat Desa untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Solo, tertanggal 5 April 2021. SE berlaku selama dua minggu pada 6-19 April 2021.

    Di SE, sejumlah kegiatan keagamaan dikendurkan dengan tetap mengimplementasikan protokol kesehatan preventif Covid-19. Salah satu bentuk pelonggarannya adalah dengan memperbolehkan buka puasa bersama (bukber).

    Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan kegiatan sahur dan buka puasa disarankan dilakukan di setiap rumah bersama keluarga inti. Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama.

    “Buka puasa bersama sebaiknya tidak dilakukan di kediaman dan menghindari keramaian. Mengadakan acara di tengah acara buka puasa bersama juga tidak diperbolehkan,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo kepada wartawan, Selasa (6/6). 4).

    Dalam SE tersebut, Pemerintah Kota Solo tetap memperbolehkan beroperasinya tempat ibadah dengan menerapkan tata tertib kesehatan yang ketat. Hanya kegiatan yang boleh dilakukan di tempat ibadah saja yang wajib. Jumlah peserta dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

    Selain itu, masjid lingkungan hanya diperuntukkan bagi warga sekitar. Setiap jemaah dihimbau untuk membawa perlengkapan ibadah masing-masing. Kegiatan yang diperbolehkan di masjid adalah shalat lima waktu, sholat tarawih, sholat witir dan sholat itikaf di bulan Ramadhan. Sedangkan kegiatan travelling tarawih dilarang.

    “Ceramah, tausiyah, kultus Ramadhan, ceramah subuh, dan khutbah Jumat maksimal tujuh menit,” imbuh Ahyani.

    Pengurus dan pengelola rumah ibadah juga wajib menunjuk petugas untuk mengingatkan jemaah agar mematuhi tata tertib kesehatan. Diantaranya, menggunakan masker, cuci tangan, mengatur jarak dan masing-masing jemaah membawa sajadah masing-masing. Setiap tempat juga diminta rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

    Meski memberikan sejumlah kemudahan, Pemkot mengimbau agar penyelenggaraan kegiatan keagamaan diprioritaskan untuk diselenggarakan secara online. “Tadarus Alquran dilakukan secara online,” kata Ahyani.


    Source