Pemerintah Melarang Sholat Tarawih di Zona Merah dan Oranye dan Masjid

    Laporan Jurnalis Tribunnews, Larasati Dyah Utami

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan edaran (SE) No. 4 pedoman Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021 M pada Kamis (8/4/2021).

    Salah satu poinnya adalah melarang kegiatan shalat tarawih di masjid atau mushalla yang berada di zona merah.

    Tak hanya sholat tarawih, Kementerian Agama juga melarang kegiatan ibadah lainnya seperti tadarus, itikaf dan peringatan Nuzulul Quran di zona merah dan oranye.

    Kegiatan Ramadhan di masjid / mushola, seperti shalat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, peringatan itikaf dan nuzulul quran sebaiknya tidak dilakukan di wilayah yang dikategorikan zona merah (berisiko tinggi) dan zona oranye (sedang). risiko) penyebaran COVID-19 berdasarkan keputusan pemerintah daerah, ”mengutip Surat Edaran yang ditandatangani langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

    Baca juga: Masjid Istiqlal masih menyelenggarakan sholat tarawih namun jumlah jemaahnya terbatas

    Namun, kegiatan sholat di masjid boleh dilakukan di wilayah lain selain yang disebutkan, dengan kapasitas 50 persen dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

    Setiap jemaah harus menjaga jarak 1 meter dan diwajibkan membawa perlengkapan sholat masing-masing.

    Baca juga: Masih Pandemi, Kementerian Agama Terbitkan Pedoman Ibadah Ramadhan, Batasan Jemaat Tarawih Hingga Waktu Kultum

    Alquran atau ceramah diperbolehkan, dengan durasi maksimal 15 menit.

    Peringatan Nuzulul Qur’an juga diperbolehkan di masjid / gedung di zona kuning dan hijau dengan kapasitas 50 persen.

    Kegiatan nuzulul quran di luar masjid / gedung juga diperbolehkan, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.




    Source