Pemerintah Rencanakan Empat Lokasi Menjadi Pusat Data Nasional

    Lokasi pusat data nasional ada di Bekasi, Batam, Penajam Paser Utara, dan Labuan Bajo.

    REPUBLIKA.CO.ID, BATAM – Pemerintah pusat berencana membangun pusat data nasional di empat lokasi, yakni di Bekasi (Provinsi Jawa Barat), Batam (Provinsi Kepulauan Riau), ibu kota baru di Penajam Paser Utara (Provinsi Kalimantan Timur). ), dan Labuan Bajo (Provinsi Nusa Tenggara Timur).

    “Kita sudah putuskan satu data center nasional ada di Jabodetabek, di Bekasi. Itu di daerah yang banyak pusat datanya, selain swasta juga ada. awan pemerintah. Rencananya juga akan dibangun di tiga tempat lain di seluruh Indonesia, salah satunya di Batam, ”kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate di Batam, Jumat (23/4).

    Pusat data nasional di Bekasi diharapkan selesai pada 2023. Johnny mengatakan, pemerintah perlu membangun pusat data nasional di daerah lain dalam rangka redundansi (menggandakan atau menyimpan data yang sama berulang kali dalam beberapa file).

    “Kalau ada datanya pasti ada kembali kuat. Apalagi pemerintah. Ini data seluruh rakyat Indonesia, semua kekuatan nasional. Jadi kita harus memiliki pengurangan yang kuat dan menggunakannya secara efisien, “kata politisi Partai Nasdem itu.

    Dalam merencanakan pembangunan pusat data nasional, menurut Johnny, pemerintah harus memperhatikan sistem transmisi datanya. Ini karena Pusat Data harus didukung dengan penyebaran serat optik yang memadai.

    Pemerintah, lanjutnya, memilih alternatif pendirian pusat data nasional di Labuan Bajo, karena terdapat jaringan serat optik bagian selatan yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. “Ini semua akan dianalisis mana yang paling efisien sebagai tulang punggung aliran data atau aliran data yang paling efisien, “kata Johnny.

    Dalam membangun pusat data nasional, kata dia, pemerintah ingin memiliki dampak jangka panjang dan luas. Jadi, pemerintah tetap akan melakukan studi lokasi. Sedangkan Batam dipilih sebagai lokasi pusat data nasional karena sudah memiliki infrastruktur yang dibutuhkan. Pembangunan pusat data nasional di Kota Batam direncanakan dimulai pada tahun 2022 dan selesai pada tahun 2025.

    Direktur Jenderal Penerapan dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan pusat data nasional di Batam akan memiliki interoperabilitas dengan pusat data utama di Jabodetabek dan pusat data lainnya.

    “Pemilihan lokasi di Batam juga karena keunggulannya atas kelengkapan infrastruktur pendukung, seperti infrastruktur serat optik, listrik dan air bersih serta jalur langsung ke backbone internet global,” kata Semuel.




    Source