Pemerintah Siapkan KUR Kartu Pra Kerja Alumni

Sekitar 35 persen penerima Kartu Pra-kerja sekarang memiliki pekerjaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas wirausaha Indonesia di tengah pandemi Covid-19, melalui program Kartu Pra Kerja. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengoptimalkan bonus demografi Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030.

“Sebagai bagian dari upaya percepatan pengembangan ekosistem kewirausahaan, pemerintah telah menetapkan target rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024. Sebagai bentuk dukungan pemberdayaan Kartu Pra Kerja yang berkelanjutan Alumni Pengusaha, pemerintah memfasilitasi pembiayaan KUR Super Mikro. Bagi alumni wirausaha peserta Program Kartu Pra Kerja yang di-PHK, “kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi, Jumat (9/4).

Berdasarkan data statistik Pengelolaan Kartu Pra Kerja, kata dia, ada sekitar 35 persen penerima Kartu Pra Kerja yang awalnya menganggur kemudian menjadi pekerja. Dari jumlah itu, sekitar 17 persen di antaranya menjadi wirausaha.

Sehingga insentif KUR yang diberikan pemerintah diharapkan mampu mendorong para pengusaha untuk mengembangkan kegiatan usahanya dan nantinya membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. “Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap alumni Program Kartu Pra Kerja dapat memperoleh informasi yang berharga dan bermanfaat untuk membantu mengembangkan kegiatan usahanya melalui dukungan program KUR,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, mendorong alumni Kartu Pra Kerja menjadi wirausaha. Sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin menegaskan, KUR merupakan produk pembiayaan atau kredit, bukan program bantuan sosial. “Meski Alumni Program Pra Kerja sudah mendapatkan pelatihan, namun tidak serta merta mendapatkan fasilitasi KUR. Tetap melalui prosedur dan prinsip yang harus dipatuhi bank dalam penyaluran kredit,” kata Rudy.

Ia juga menjelaskan, proses pengajuan KUR dilakukan secara online sehingga alumni Prakerja dapat mengakses permodalan dengan cepat, mudah, dan murah. Proses pengajuan dapat dilakukan antara lain, terlebih dahulu peserta alumni Program Kartu Pra Kerja mengajukan surat pengajuan kredit ke Bank BNI melalui E-Form KUR Prakerja.

Kedua, Bank BNI melakukan evaluasi kelayakan usaha. Ketiga, jika dirasa layak, alumni Program Kartu Pra Kerja yang terpilih akan menandatangani perjanjian kredit di Bank BNI. Kemudian keempat, alumni Program Kartu Pra Kerja yang terpilih diwajibkan untuk melunasi kewajibannya hingga kredit lunas.

Saat ini Program Kartu Pra Kerja telah memasuki angkatan ke-16. Pada tahun 2020 (gelombang 1-11), jumlah penerima program telah mencapai 5,5 juta orang dengan sekitar 5,3 juta di antaranya telah mendapatkan insentif dari total dana yang disalurkan sebesar Rp13,36 triliun.

Sedangkan pada periode 2021 (gelombang 12-16) jumlah penerima mencapai 2,7 juta, dengan 2,6 juta diantaranya telah membeli pelatihan. Total dana insentif yang sudah dikucurkan sebesar Rp1,68 triliun kepada 2,02 juta penerima.

Selain itu, Program Kartu Pra Kerja telah menjangkau peserta yang tersebar di 514 kabupaten / kota di seluruh Indonesia dan membangun ekosistem kolaboratif. Program KUR untuk alumni program pra kerja telah dibahas dalam Komite Kebijakan KUR yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan dikoordinasikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Sekretaris Panitia.

Untuk tahap selanjutnya, Program KUR bagi Alumni Program Pra Kerja akan terus ditingkatkan dengan melibatkan bank lain. Jadi tidak hanya Mitra Program Pra Kerja, hal ini sejalan dengan peningkatan penilaian perbankan calon debitur bagi alumni Program Pra Kerja.




Source