Pemerintah Targetkan Devisa Pariwisata Meningkat

    Devisa pariwisata tahun 2020 diperkirakan hanya 3,54 miliar dollar AS.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan perolehan devisa pariwisata kembali meningkat pada 2022. Hal ini sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi domestik yang diikuti dengan dibukanya kembali destinasi wisata untuk mancanegara. wisatawan.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan devisa pariwisata pada 2020 diperkirakan hanya US$3,54 miliar. Itu turun 79,5 persen dari total pendapatan devisa pariwisata 2019 yang menembus $16,9 miliar.

    Sedangkan untuk tahun 2021, di mana pandemi mulai melanda sejak awal tahun, devisa pariwisata diproyeksikan turun lagi atau hanya berkisar US$360 juta hingga US$370 juta. Rendahnya devisa tersebut disebabkan ditutupnya sektor pariwisata bagi wisatawan asing yang memang melakukan perjalanan wisata, bukan untuk tujuan bekerja.

    Tahun depan, Sandiaga menargetkan devisa mulai meningkat menjadi sekitar US$470 juta-US$1,7 miliar. “Kami menargetkan devisa pariwisata bisa merangkak naik. Kami juga berharap kontribusi PDB pariwisata meningkat dari 4,2 persen tahun ini menjadi 4,3 persen pada 2020,” kata Sandiaga di Kementerian Koordinator Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin (27/9). ).

    Sandiaga mengatakan, di tengah tren penurunan penularan Covid-19, kegiatan usaha di sektor kreatif dan kreatif diharapkan dapat bangkit kembali dan mulai membuka dan menyerap lapangan kerja.

    Pasalnya, pada 2020, tenaga kerja pariwisata tercatat turun 6,67 persen menjadi 14,3 juta orang dari tahun 2019 sebanyak 14,96 juta orang. Pada tahun 2020 diharapkan tenaga kerja pariwisata meningkat menjadi 14,7 juta orang. Selain itu, juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja di ekonomi kreatif.

    Untuk mencapai itu, peningkatan kunjungan wisatawan harus mulai ditingkatkan. Terutama kunjungan wisatawan asing yang sudah tutup lebih dari setahun.

    Tahun ini diperkirakan kedatangan wisman diperkirakan sekitar 1,5 juta kunjungan. Mengutip data BPS, pada periode Januari-Juli, total kunjungan wisman hanya 937,7 ribu kunjungan. Namun, diisi oleh turis asing dengan tujuan pekerjaan atau bisnis, bukan pariwisata.

    Sedangkan untuk tahun 2020, Sandiaga mengharapkan kunjungan wisman meningkat menjadi sekitar 1,8-1,6 juta kunjungan.

    “Kami berharap Bali dalam beberapa bulan ke depan bisa dibuka kembali karena ini andalan kami (untuk kunjungan wisman). Semoga bisa memberi sinyal bahwa kita bisa menerapkan protokol kesehatan di destinasi,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/r02szg370/pemerintah-targetkan-devisa-pariwisata-kembali-meningkat