Pemilu 2024 Diprediksi Masih Dibayangi Pandemi

    Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah 2024 akan diselenggarakan dalam kondisi yang belum bebas dari pandemi.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan Pemilukada dan Pilkada 2024 akan digelar dalam kondisi yang belum bebas dari pandemi Covid-19. Namun, dia tetap berharap dunia bisa mengatasi wabah virus corona ini paling lambat tahun 2022.

    “Perkiraan kami, penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2024 masih dibayangi oleh atmosfer yang kita hadapi saat pandemi Covid-19,” kata Doli dalam webinar, Senin (20/9).

    Ia mengatakan, meski pada tahun 2022 negara-negara di dunia telah berhasil mengatasi pandemi Covid-19, tentu tidak mudah untuk kembali menjalani kehidupan normal seperti semula. Selain berdampak pada kesehatan, virus corona juga menimbulkan masalah ekonomi dan politik.

    Meski demikian, kata Doli, setidaknya kondisi tahun 2023 tidak lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya dan negara lebih siap menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, agenda politik seperti Pemilu 2024 dan Pilkada tetap harus digelar dengan menyesuaikan diri dengan kehidupan normal baru di tengah pandemi.

    “Setidaknya konsekuensinya kita harus menyesuaikan semua agenda kehidupan kita, termasuk agenda politik, sesuai dengan new normal,” kata Doli.

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Ilham Saputra mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah 2024.

    KPU akan menyesuaikan pengaturan penyelenggaraan Pilkada 2020 dalam kondisi pandemi Covid-19 agar berlaku juga untuk Pemilu dan Pilkada 2024. Menurut Ilham, penyelenggaraan pesta demokrasi harus tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga.

    “Kemungkinan pandemi Covid-19 masih berlangsung. Tentu ini menjadi catatan kita bersama dan ini sekali lagi membuat beban kerja penyelenggara bertambah,” kata Ilham.



    https://www.republika.co.id/berita/qzqbxo487/pemilu-2024-diprediksi-masih-dalam-bayangbayang-pandemi