Pemimpin Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

    Dia dinyatakan bersalah karena terorisme.

    REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Pengadilan Mesir pada Kamis (8/4) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin Mahomud Ezzat (76 tahun). Dia dinyatakan bersalah karena terorisme.

    “Pengadilan Kriminal Kairo pada Kamis menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Mahmoud Ezzat, pemandu utama Ikhwanul Muslimin sebagai teroris, atas tuduhan pembunuhan dan terorisme.” menurut surat kabar lokal, dilaporkan di Al Arabiya, Jumat (9/4).

    Ezzat ditangkap pada Agustus 2020 di Kairo, setelah kabur selama beberapa tahun. Dia dinyatakan bersalah karena menghasut untuk membunuh dan memiliki senjata yang disediakan selama bentrokan antara demonstran di luar markas Ikhwanul Muslimin pada tahun 2013.

    Pada 2015, Ezzat dijatuhi hukuman mati in absentia, serta penjara seumur hidup, setelah dinyatakan bersalah mengawasi pembunuhan tentara dan pejabat pemerintah. Dia dituduh terlibat dalam pembunuhan jaksa penuntut negara Hisham Barakat, yang meninggal di rumah sakit setelah sebuah bom mobil merobek konvoinya di Kairo pada 2015.

    Ikhwanul Muslimin dilarang di Mesir pada 2013, beberapa bulan setelah tentara menggulingkan presiden Islam Mohamed Morsi, yang berasal dari gerakan tersebut. Mursi digulingkan pada 2013 oleh tentara, kemudian dipimpin oleh Abdel Fattah al-Sisi, yang menjadi presiden sejak saat itu.

    Didirikan pada tahun 1928, kelompok ini memantapkan dirinya pada pertengahan abad kedua puluh sebagai gerakan oposisi utama di Mesir. Ezzat dilaporkan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin pada 1960-an, dan menghabiskan waktu di penjara di bawah kepemimpinan almarhum presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Anwar Sadat dan Hosni Mubarak.




    Source