Pemkab Garut Tetap Laksanakan PPKM Level 3

    REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Pemkab Garut masih harus menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 hingga 23 Agustus 2021. Keputusan tersebut merupakan hasil penilaian pemerintah pusat berdasarkan situasi perkembangan Covid-19 kasus di Kabupaten Garut.

    Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, sejak diberlakukannya PPKM, tingkat hunian tempat tidur (BOR) di RS Dr Slamet untuk pasien Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan. Dikatakannya, saat ini BOR RSUD Dr Slamet di bawah 15 persen.

    “Saat ini BOR (BOR) kami di bawah 15 persen. Saat ini baru 90 pasien kami yang dirawat,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (17/8).

    Ditambahkannya, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 juga mengalami penurunan drastis, sehingga jumlah pasien Covid-19 berkurang drastis. Saat ini, diklaim tidak ada pasien Covid-19 di Kabupaten Garut yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Semua pasien tanpa gejala diisolasi di area isolasi terpusat.

    “Karena rumah sakitnya kosong, bisa dirawat di rumah sakit, tapi misalnya tidak terjadi apa-apa,” katanya.

    Dengan penurunan BOR rumah sakit dan penurunan jumlah kasus, Rudy awalnya optimistis PPKM di Kabupaten Garut bisa turun ke level 2, bahkan level 1. Namun, berdasarkan laporan yang diterima dari pemerintah pusat, Pemkab Garut tetap harus melaksanakan PPKM Tingkat. 3.

    Berdasarkan data terakhir, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut sebanyak 24.039 kasus. Sebanyak 299 orang menjalani isolasi mandiri, 106 orang menjalani isolasi di rumah sakit, 22.489 orang sembuh, dan 1.145 orang meninggal dunia.

    https://repjabar.republika.co.id/berita/qxyyhw335/kabupaten-garut-masih-terapkan-ppkm-level-3