Pemkot Bekasi Bayar Insentif Kesehatan Menggunakan APBD

Anggaran tersebut akan diambil dari pos Pengeluaran Tak Terduga (BTT).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan akan membayar insentif tenaga kesehatan (nakes) khusus Covid-19 dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran tersebut akan diambil dari pos Pengeluaran Tak Terduga (BTT).

Rahmat mengatakan, awalnya insentif tenaga kesehatan dibayarkan langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga diputuskan pembayaran insentif kini dilimpahkan ke pemerintah daerah. “Jadi sebenarnya insentif itu diberikan dari Kemenkes (melalui) BOK. Kalau tidak ada cukup uang, diserahkan kepada kami,” katanya, kepada wartawan, Senin (2/8).

Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi sedang membahas alokasi insentif tersebut dengan DPRD Kota Bekasi. Prosesnya cukup lama. Nantinya, jika disetujui, insentif akan disalurkan melalui Dinas Kesehatan.

“Prosesnya lama, kamu harus membuat keputusan dulu. Kamu bisa menggunakan SiLPA, tapi bukan? dapat memindahkan SiLPA secara langsung. Diverifikasi dulu, jumlahnya, jumlahnya, buat keputusan, nanti Dinkes akan mengajukan permohonan pencairan, artinya ada tahapannya, jangan salah kelola uang ini,” kata Rahmat.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi Periode I Maret-Mei 2021 telah menyalurkan insentif senilai Rp 5,7 miliar kepada 1.044 tenaga kesehatan. Dana tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan Tambahan (BOKT) yang dibayarkan mulai Oktober hingga Desember 2020.

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kota Bekasi, pada Periode II Juli-Agustus 2020, insentif yang telah dikucurkan mencapai Rp. 7,6 miliar dengan total 1.045 tenaga kesehatan yang dibayar pada Mei 2021.

Namun, untuk Periode Ketiga September-Oktober 2020, total kewajiban membayar insentif tenaga kesehatan belum dibayarkan sebanyak Rp19 miliar dengan total 3.502 tenaga kesehatan yang terdiri dari tenaga kesehatan di RS kelas D, tenaga kesehatan pekerja di Labkesda, dan puskesmas,” kata Kabag Humas Pemkot Bekasi, Sayekti. Rubiah.

Sayekti mengatakan pemberian insentif ini tertunda karena pemerintah daerah menggunakannya untuk membayar insentif dan santunan kematian tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

“Untuk sisa pembayaran 2020 September-Desember dan 2021 sampai sekarang ditunda karena dana BOKT di kas daerah tidak mencukupi untuk membayar sisa bulan yang bersangkutan,” jelasnya.

Sementara itu, pembayaran insentif kesehatan dan nonkesehatan di RS dr Chasbullah Abdulmadjid telah dibayarkan mulai Januari hingga Mei 2021 dari alokasi anggaran BTT Kota Bekasi tahun 2021. Sedangkan untuk pembayaran bulan Juni sedang dalam proses pengajuan pembayaran ke BPKAD Kota Bekasi.



https://www.republika.co.id/berita/qx7run487/pemkot-bekasi-akan-bayar-insentif-nakes-pakai-apbd