Pemkot Kediri Perburuan Oksigen ke Luar Daerah

Ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Kediri dikatakan hampir penuh

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memburu kandungan oksigen di luar daerah untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien, terutama yang terpapar Covid-19.

“Oksigen sampai sekarang sangat tidak aman. Forkopimda juga terus bergerak. Kapolres Kediri Kota Dandim juga harus turun truk untuk mengantri oksigen di Gresik,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Senin (12/12). /7).

Pihaknya sudah bersiap menggelar pertemuan dengan vendor. Hal ini dilakukan karena kebutuhan suplai oksigen sangat besar. Apalagi mereka yang terpapar Covid-19, kebutuhan oksigennya tinggi jika saturasinya rendah.

Diakuinya, kebutuhan oksigen tidak hanya dari Kediri, tapi di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk itu, Pemkot juga harus menyiapkan oksigen, untuk membantu pasien yang dirawat. Ia juga meminta warga untuk selalu berhati-hati menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan paparan Covid-19. Apalagi di kota Kediri, ketersediaan tempat tidur atau tempat tidur di beberapa rumah sakit hampir penuh. Dari 500 tempat tidur atau tempat tidur, ada sekitar 200 warga Kediri yang dirawat, sedangkan sisanya pasien dari luar Kediri.

Ia juga berusaha keras agar tidak kekurangan tempat tidur di rumah sakit. Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan akan diisolasi di ruang isolasi terpusat, yang sakit dengan gejala ringan ke atas dirawat di RS Kilisuci Kota Kediri, sedangkan yang bergejala berat dirujuk ke rumah sakit rujukan termasuk RSUD Gambiran Kota Kediri.

Ia menambahkan, di Kota Kediri ada tiga ruang isolasi terpusat. Satu titik di BLK Kota Kediri sudah penuh, dan jika pasien lebih banyak akan dirawat di tempat isolasi lain. “Ruang isolasi terpusat di satu titik sudah penuh. Sebentar lagi akan ditempati GNI, semoga tidak terpakai. Saya lihat ada penurunan. Karena PPKM darurat ini dampaknya sangat bagus, tapi rumah sakitnya kurang bagus, karena masih penuh,” katanya.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi mengungkapkan dari pantauan yang dilakukan anggota, suplai oksigen sementara aman.

Pekan lalu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan forkopimda juga melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) ke perusahaan pemasok tabung oksigen, PT Samator dan toko obat untuk memastikan kecukupan stok di tengah tingginya jumlah pasien yang membutuhkan selama Covid-19 ini. pandemi. Dari hasil pemeriksaan, ketersediaan oksigen untuk Kota Kediri masih aman. Peningkatan kebutuhan oksigen ini juga tidak mempengaruhi harga karena masih sama dalam situasi normal. Namun, karena lonjakan peningkatan kasus Covid-19 saat ini, ternyata perusahaan juga kewalahan dalam memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit.

Rumah sakit membutuhkan lebih banyak oksigen daripada sebelumnya. Di Kota Kediri, hingga Senin (12/7) ada 1.760 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada 160 orang yang masih dirawat, 1.412 orang masih dirawat, 188 orang meninggal.



https://www.republika.co.id/berita/qw50ri382/pemkot-kediri-berburu-oksigen-ke-luar-daerah