Pemkot Surabaya Perketat Vaksinasi untuk Warga Rumah Susun

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar vaksinasi tahap ketiga, salah satunya menargetkan 10.190 warga dari 18 Rusunawa di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi berat bagi yang menolak divaksinasi.

“Arah dari Kepala Badan Pengelola Tanah dan Bangunan (DPBT), kalau tidak mau swab, tidak mau vaksin, tidak bisa tinggal di rumah susun,” kata Febria, Selasa (1/6).

Febria mengatakan, vaksinasi bagi warga rusun ini penting dilakukan dalam upaya pengendalian penularan Covid-19. Apalagi, setiap ruangan di rumah susun itu berdekatan dan dihuni banyak orang. “Banyak orang dan ruangan sangat sempit. Jadi wajib mendapatkan vaksin untuk menghindari (Covid-19),” katanya.

Selain warga rusun atau masyarakat umum, vaksinasi tahap ketiga ini juga menyasar beberapa kelompok masyarakat. Seperti disabilitas, MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Sedangkan untuk SDM pendidikan SD dan SMP di Surabaya, vaksinasi sudah mencapai 100 persen.

Sebelumnya, usai libur Lebaran 2021, Pemkot Surabaya juga menggelar swab massal bagi warga 18 Rusunawa di Surabaya. Dari total 10.240 warga rusun yang mengambil swab, sekitar 50 orang dinyatakan positif.

Febria mengungkapkan, rata-rata warga Rusunawa yang positif mengaku pernah bepergian ke luar kota. Mereka baru tiba di kota Surabaya sekitar H+5 setelah libur lebaran. “Biasanya mereka dari luar kota. Katanya baru pulang, sekitar 4-5 hari (setelah lebaran) sudah sampai di Surabaya. Jadi kita usap pada hari kelima mereka datang,” ujarnya.

Febria mengatakan, warga rusunawa yang positif sudah mengisolasi diri di Hotel Asrama Haji Surabaya. Sedangkan untuk 18 lokasi Rusunawa telah dilakukan sterilisasi.

https://repjogja.republika.co.id/berita/qu0z7q384/pemkot-surabaya-perketat-vaksinasi-penghuni-rusun