Pemkot Surabaya Siapkan Layanan Klinik Investasi

    Target investasi di Kota Surabaya mencapai Rp 43 triliun pada 2021.

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Pelayanan Penanaman Modal (DPM-PTSP) berupaya memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di Kota Pahlawan. DPM-PTSP saat ini sedang menyiapkan layanan bernama Klinik Investasi.

    Kepala DPM-PTSP Kota Surabaya, M Taswin menjelaskan, salah satu layanan tersebut adalah untuk memudahkan investor mendapatkan informasi tentang peluang investasi di kota Surabaya. “Karena pandemi di Surabaya sudah mulai mereda, perekonomian harus segera kita gerakkan,” kata Taswin di Surabaya, Rabu (8/9).

    Ditambahkannya, Klinik Investasi tidak hanya memberikan layanan konsultasi mengenai Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Menurut Taswin, inovasi terbaru ini juga memberikan berbagai macam informasi terkait perizinan sebagaimana diatur dalam Perwali nomor 41 tahun 2021.

    “Soal perizinan, sekarang ada satu pintu di DPM-PTSP. Ini sesuai Perwali 41 Tahun 2021, sistemnya masih dalam proses. Ada yang berjalan, ada yang masih input di sistem,” katanya.

    Taswin mengatakan, nantinya masyarakat hanya perlu datang ke Klinik Investasi jika ingin mendapatkan informasi mengenai berbagai jenis investasi dan perizinan di Surabaya. Taswin mengaku, saat ini pihaknya masih memfinalisasi penataan ruangan untuk lokasi pelayanan.

    “Nanti pelaku usaha cukup datang ke sana menanyakan apa yang sudah dilakukan. sekarang, klinik ini sudah ada kamar, tinggal masalah penataan saja. Nanti investor bisa langsung menanyakan apa saja mengenai rencana investasinya di Surabaya,” ujarnya.

    Dalam Perwali nomor 41 tahun 2021 telah diatur beberapa jenis izin yang akan tersedia melalui layanan Klinik Investasi. Baik itu terkait dengan Perizinan Usaha, Non Perizinan Usaha dan Layanan Non Perizinan. Taswin mengatakan, pelayanan terpadu di Klinik Investasi ini juga mencakup semua jenis perizinan yang ada di setiap Perangkat Daerah (PD) Pemerintah Kota Surabaya.

    “Semua (izin) yang ada di Perwali Nomor 41 Tahun 2021, akan masuk melalui DPM-PTSP dan keluar juga. kantor belakangitu adalah PD teknis sesuai dengan permohonan izin yang diajukan,” ujarnya.

    Taswin menambahkan, pada 2021 target jumlah investasi di Kota Surabaya mencapai Rp 43 triliun. Sedangkan pada kuartal III, investasi yang masuk hanya mencapai sekitar Rp 17,4 triliun. Oleh karena itu, melalui Klinik Investasi ini diharapkan target investasi pada akhir tahun 2021 dapat tercapai.

    “Target kita sudah Rp 43 triliun, sekarang Rp 17,4 triliun. Tapi karena kondisi pandemi ini ya harus ganti Perwali 41 tahun 2021, percepat perizinan dengan sistem, minimal segera tarik investor ke Surabaya,” dia berkata. .



    https://www.republika.co.id/berita/qz529t436/pemkot-surabaya-siapkan-layanan-klinik-investasi