Pemprov DKI mempertimbangkan sanksi bagi pengelola apartemen yang melalaikan praktik prostitusi

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemprov DKI Jakarta mengawasi apartemen yang rawan praktik prostitusi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria akan mempertimbangkan sanksi bagi pengelola apartemen yang melalaikan praktik tersebut.

“Saya kira perlu kita pertimbangkan, manajer yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, menurut saya perlu mempertimbangkan pemberian sanksi, akan kita kaji dulu,” kata Riza kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: DKI Pemprov Bangun Tugu Sepeda di Jalan Sudirman, Anggaran Rp. 800 Juta

Riza mengatakan, selain pengawas dari pemerintah daerah, masyarakat juga diharapkan berperan mengawasi apartemen di sekitar rumah mereka agar tidak terjadi praktik kotor tersebut.

Ia menegaskan, pengelola apartemen tidak hanya mencari keuntungan dari menyewakan unitnya tetapi juga memastikan lingkungan sekitar aman dan tidak ada praktik prostitusi.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat, pengelola apartemen dalam mengelolanya tidak mencari untung dari mengelola, menyewakan, jual beli apartemen, memastikan lingkungan, apartemen aman dan jauh dari tempat prostitusi,” ujarnya.

Gadis berusia 12 tahun hampir menjadi pelacur

Seorang gadis berusia 12 tahun berinisial AC nyaris menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Apartemen Gading Nias, Jakarta Utara.

Korban yang diketahui masih duduk di bangku kelas 5 SD tersebut dibawa oleh pelaku berinisial DF (27) dari kampung halamannya di Jawa Barat.




Source