Pemprov Jabar Jadikan Hotel Asrilia Tempat Pasien Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memfungsikan hotel sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat di rumah sakit. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, ini sebagai upaya untuk menurunkan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian di rumah sakit.

Di Kota Bandung, salah satu hotel yang sudah berjalan adalah Hotel Asrilia di Jalan Pelajar Pejuang. Ridwan Kamil mengatakan kebijakan ini untuk mengendalikan pandemi di tingkat hilir.

“Ini merupakan hilirisasi pengendalian Covid-19 di Jabar yaitu menyediakan ruang pemulihan Covid-19. Untuk mengurangi okupansi rumah sakit, kami memindahkan pasien yang statusnya hijau (sudah mengalami gejala ringan setelah dirawat di rumah sakit),” kata Ridwan Kamil , yang akrab disapa Emil, Senin (28/6).

Jadi, kata Emil, dengan perawatan di Hotel Asrilia, tempat tidur pasien yang berwarna hijau di RS tersebut bisa diisi oleh pasien lain yang berstatus kuning atau merah (gejala sedang dan berat).

“Ini akan dilaksanakan di Jabar di wilayah Bekasi, Purwakarta yang sudah melaporkan gedung pemulihan Covid-19,” ujarnya.

Hotel Asrilia di Kota Bandung, kata dia, akan menjadi rujukan pasien pindahan dari 59 rumah sakit di Bandung Raya. Emil berharap dengan adanya fasilitas ini dapat menurunkan tingkat pengobatan dari tenaga kesehatan di rumah sakit akibat lonjakan pasien.

Saat ini, kata dia, hotel tersebut telah diisi oleh 46 pasien pindahan dari rumah sakit tersebut. Kapasitas total bisa untuk 500 pasien. Menurutnya, kebijakan ini sangat penting dalam masa transisi manajemen pemulihan, terutama penurunan BOR di rumah sakit.

Pria yang akrab disapa Emil ini menegaskan, pengalihan fungsi hotel itu untuk sementara ditujukan untuk pasien, bukan untuk isolasi diri. Alasannya, untuk menghindari potensi komplikasi antara pasien dan warga yang menjalani isolasi mandiri dengan gejala berbeda.

“Sementara, Asrilia dimaksudkan untuk mengurangi BOR rumah sakit. Tidak ditawarkan kepada mereka yang harus mengisolasi diri. Tapi jika ada kebutuhan, kami akan memikirkannya. Tapi untuk sementara tidak di tempat ini. Saya mengerti bahwa tidak semua rumah cukup untuk isolasi madniri. Jadi kita pikirkan itu,” katanya.

Hulu, kata dia, sudah dilakukan, agar tidak ke rumah sakit sedikit. “Jika gejalanya ringan atau sedang, mereka dirawat di ruang isolasi di desa yang telah menggunakan 8 persen dana desa untuk ruang isolasi pos dan lainnya,” katanya.

https://repjabar.republika.co.id/berita/qvegin327/pemprov-jabar-jadikan-hotel-asrilia-tempat-pasien-covid19