Pencarian Korban Bencana Waimatan Terhambat Karena Ketiadaan Bahan Bakar Solar

Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG – Pencarian jenazah korban banjir dan longsor di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu 11 April 2021, terhambat selama beberapa jam.

BPBD Kabupaten Lembata tidak menyediakan bahan bakar solar untuk menggerakkan ketiga unit peralatan ekskavator tersebut.

Pencarian jenazah para korban yang masih tertimbun longsor dan banjir harus menggunakan excavator untuk membongkar reruntuhan rumah yang tertimbun batu besar serta material banjir dan longsor dari gunung Ile Lewotolok.

Salah satu koordinator lapangan pencarian korban di Desa Waimatan, Iptu Ola Angin Leonardus mengatakan, dua drum solar untuk ekskavator tersebut dibawa oleh BPBD Kabupaten Lembata pada tengah hari.

Jadi Tim SAR Gabungan baru efektif melakukan penggeledahan pada siang hari atau setelah makan siang. Ia mengaku banyak waktu terbuang dari pagi hingga siang karena keterlambatan tersebut.

Baca juga: KRONOLOGI Penemuan jenazah bayi di Tasikmalaya, digigit anjing dan jasadnya tidak utuh

Meski begitu, pencarian jenazah korban masih terus dilakukan. Selain mencari korban di darat, anggota Tim SAR Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Lembata dan relawan juga akan memaksimalkan pencarian melalui laut.

Temukan Potongan Kaki Manusia

Tim SAR Gabungan menemukan sepotong kaki manusia dalam pencarian korban banjir bandang di Desa Waimatan, Kabupaten Lembata, Ahad, 11 April 2021.

Kaki manusia tersebut langsung dievakuasi dengan ambulans dari Desa Waimatan ke RSUD Lewoleba.

Pencarian delapan warga Desa Waimatan dan sepuluh warga Desa Amakaka korban banjir bandang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang dipimpin Kepala Basarnas Maumere Putu Sudayana.

Tim SAR gabungan yang diturunkan untuk melakukan pencarian warga yang hilang di Lembata, yakni di Desa Amakaka dan Desa Waimatan, belum membuahkan hasil.

“Saat ini kami hanya menemukan alat berat atau body pack berupa kaki yang dipotong di Desa Waimatan,” kata Putu Sudayana, Kepala Basarnas Maumere saat ditemui di Posko Desa Napasabok, Distrik Ile Ape, Minggu lalu.

Artikel ini pernah tayang di pos-kupang.com dengan judul Tanpa Tata Surya, Pencarian Korban Bencana Waimatan Terhambat




Source