Penderita Covid-19 di Klaster Bubulak Bogor Terus Meningkat

Bima Arya berharap tidak ada lagi pasien dari Perumahan Griya Melati.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Warga Perumahan Griya Melati Bubulak, Kabupaten Bogor Barat, Kota Bogor yang terpapar Covid-19 meningkat menjadi 65 orang pada Rabu (26/5). Sebagian besar warga yang terdampak mengalami gejala ringan dan dievakuasi ke Pusat Isolasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, warga yang terpapar Covid-19 dapat ditemukan melalui pelacakan kontak dekat. Serta pelaksanaan uji usap PCR pada warga yang sebelumnya hanya melakukan uji usap antigen.

“Tadi pagi ada 65 data yang dinyatakan positif. Ini hasil close contact tracing atau biasa kita lakukan dengan antigen PCR,” kata Bima Arya kepada wartawan di posko penanganan cluster Griya Melati, Rabu (26/5). .

Selain penambahan warga yang dipastikan positif Covid-19, kata Bima Arya, ada satu warga yang sudah sembuh. Sedangkan warga lainnya masih menjalani isolasi di BPKP Ciawi.

Untuk mengantisipasi lonjakan warga yang dikhawatirkan positif Covid-19, menurut Bima Arya, jumlah tempat tidur di BPKP Ciawi masih mencukupi. Namun, dia berharap ke depannya tidak ada lagi pasien yang tinggal di Perumahan Griya Melati.

“Ada yang sudah sembuh satu orang, ada yang masih isolasi, tapi gejalanya ringan. Satu orang sudah masuk rumah sakit. BPKP masih mencukupi, tapi semoga saja. tidak ada orang lain yang pergi ke sana, “katanya.

Lebih lanjut Bima Arya menjelaskan, dari evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Bogor, ditemukan tiga aktivitas yang menjadi penyebab penularan. Antara lain itikaf, sholat Jumat, dan sholat Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Kami menyimpulkan ada tiga aktivitas utama yang menyebabkan penularan. Pertama, itikaf. Kedua, shalat Jumat. Ketiga, Doa Id. Kemungkinan besar ada, “jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, dari 65 warga yang dinyatakan positif Covid-19, tiga di antaranya adalah bayi balita.

Retno mengatakan, ketiga balita tersebut telah dievakuasi ke posko isolasi BPKP Ciawi bersama warga lainnya. “Ada beberapa bayi, ternyata tiga bayi kita sudah dievakuasi ke ruang isolasi. Alhamdulillah pagi ini laporan dari dokter yang merawat di ruang isolasi, semua balita dalam keadaan sehat, tidak ada keluhan, kata Retno.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, beberapa warga yang dinyatakan negatif Covid-19 namun tercatat pernah melakukan kontak dekat melakukan karantina sendiri selama lima hari. Diketahui, terdapat sekitar 660 penghuni Perumahan Griya Melati dari 220 rumah.

“Ada juga warga yang melakukan karantina, artinya negatif Covid-19 tapi sudah dekat kontak. Makanya kita lakukan karantina selama lima hari,” ujarnya.

Susatyo mengaku, polisi siap menangani warga sehat yang berada di karantina. Selain itu, warga yang sedang sakit dievakuasi ke Posko isolasi BPKP Ciawi.

Untuk warga yang sehat, kata Susatyo, pihaknya memberikan prioritas nyata siang dan malam. Ini termasuk menyediakan pasar seluler dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

Tak hanya itu, lanjutnya, pendataan juga dilakukan terhadap warga yang keluar masuk kawasan perumahan. Termasuk prosedur pengawalan dan pengiriman online menggunakan prosedur standar yang ketat pula.

“Kami juga membatasi petugas di sini, baik dari TNI-Polri, maupun instansi terkait. Kami juga tidak mau menyebar ke kantor ke lingkungan lain tempat tinggal para perwira tersebut,” pungkasnya.



https://www.republika.co.id/berita/qtpec4330/pasien-covid19-di-klaster-bubulak-bogor-terus-bertambah