Penderita Covid-19 di Purbalingga Yang Menyembuhkan 5.045 Orang

    REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA – Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menginformasikan jumlah penderita COVID-19 yang dikonfirmasi di wilayah setempat yang dinyatakan sembuh hingga Senin 19 April 2021 sebanyak 5.045 orang.

    Menurut data terakhir, ada 5.045 pasien yang sudah sembuh, kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (19/4).

    Dia menambahkan, menurut data terbaru, jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di wilayah tersebut adalah 5.372. Sedangkan dari 5.372 tersebut, 5.045 orang dinyatakan sembuh, 235 meninggal dunia, 67 orang di isolasi mandiri dan 25 orang lainnya masih dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

    Ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan secara berkala untuk mendapatkan gambaran perkembangan penanganan COVID-19 di kawasan ini. “Perkembangan terkini kasus COVID-19 di kawasan Purbalingga akan terus diupdate dan diinformasikan kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan, hasil pendataan tersebut diperlukan sebagai tolak ukur upaya penanganan yang telah dilakukan selama ini, sebagai bagian dari upaya pengendalian COVID-19. Ia juga mengatakan, pihaknya terus mengintensifkan sejumlah upaya percepatan penanganan COVID-19, yakni program 3T dan vaksinasi.

    Berbagai upaya tersebut, kata dia, akan diintensifkan selama bulan Ramadhan 2021. “Upaya penanggulangan COVID-19 terus dilakukan sembari menjalankan program vaksinasi yang selama ini berjalan lancar,” ujarnya.

    Selain itu, kata dia, pihaknya masih gencar melakukan upaya 3T yakni testing, tracing, dan treatment. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kembali bahwa pelaksanaan program 3T masih perlu didukung oleh implementasi 3M di masyarakat yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan juga cuci tangan.

    “Kita juga ingatkan lagi bahwa meski saat ini program vaksinasi masih berjalan, namun protokol kesehatan tetap perlu diperkuat, tidak boleh longgar,” ucapnya.

    Ia juga mengatakan, untuk mempercepat upaya penanganan COVID-19, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mewajibkan pendatang yang masuk ke kawasan ini menunjukkan hasil tes antigen negatif.

    “Bagi TKI yang masuk ke wilayah ini meskipun pemerintah sudah mengeluarkan aturan larangan mudik, atau bagi yang masuk sebelum masa larangan mudik dari 6 hingga 17 Mei 2021 wajib menunjukkan hasil tes antigen negatif. ,” dia berkata.

    Dia mengatakan, Satgas COVID-19 di perbatasan memasuki Purbalingga akan memastikan bahwa imigran yang masuk ke daerah ini menunjukkan hasil tes antigen negatif. “Yang tidak bisa menunjukkan surat akan langsung diujicobakan di tempat, atau jika tidak memungkinkan segera diminta mengisolasi diri di bawah pengawasan satgas desa melalui program Jogo Tonggo,” ujarnya. .


    Source