Pendiri OPM Sebut Veronika Koman Cuma Provokator

    Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

    TRIBUNNEWS.COM, PAPUA – Pendiri Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nickas S Messet menegaskan, Veronica Koman yang selalu memprovokasinya dari penerbangan ke Australia sama sekali tidak berhak membicarakan persoalan Papua.

    “Kamu, Veronica Koman, bukan orang Papua. Kamu tidak lebih dari seorang provokator,” kata Nickas S Messet, salah satu mantan pendiri senior OPM, dalam webinar tentang ‘Memahami Papua dan Solusi Kolaboratif dan Holistik’, melalui pernyataan tertulis. diterima Tribun-Papua di Jayapura, Sabtu (8/5/2021).

    Sosok Papua yang juga mantan Menteri Luar Negeri OPM selama 15 tahun ini telah menyatakan kesetiaannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Nicholas Youwe pada tahun 2010 lalu.

    Nickas mengatakan, kondisi saat ini sudah tidak diragukan lagi dari Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun Papua.

    Baca juga: Pastor SAE Nababan Meninggal Usia, Memiliki Kritik Masalah di Papua Semasa Hidupnya

    Berbagai pihak yang selalu memprovokasi masyarakat, menghentikan aktivitasnya.

    “Anda hanya mencari keuntungan dari kekacauan ini.

    Saya harap Anda, Veronica Koman, tidak lagi mencampuri urusan Papua, Anda adalah provokator pengecut yang bersembunyi di luar negeri, ”ujarnya.

    Veronica Koman dikenal usai aksi unjuk rasa di Papua yang dipicu oleh insiden rasis di Surabaya pada 4 September 2019 lalu.

    Veronica Koman, yang ditetapkan sebagai tersangka, yang dituduh melakukan penghasutan dan provokasi melalui media sosial, saat ini sedang dalam pelarian di Australia.

    Baca juga: Tindak Pidana OPM KKB terhadap Masyarakat Adat Papua Dipertanyakan

    Menurut Nickas, masih ada kelompok kriminal di Papua.

    Namun keberadaannya semakin melemah, yakni OPM yang tersebar di empat fraksi yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama Presiden Victor Yeimo.

    Kemudian, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bersama Presiden Benny Wenda, OPM West Papua National Liberation Army (OPM-TPNPB) yang dipimpin oleh Jeffrey Bolmanak dan Federal State Group of the Republic of West Papua (NFRPB) bersama Presiden Forkorus Yaboisembut .

    “Kini dengan pendekatan antropologi budaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat di Jakarta, pemberdayaan masyarakat adat dan hak-hak masyarakat adat di Papua harus menjadi perhatian. Orang Papua harus segera bangkit dari keterpurukan,” tambah Nickas.

    Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Pendiri OPM: Veronika Koman Bukan Orang Papua, Cuma Provokator




    Source