Peneliti Mengungkap Temuan ‘Doomsday Glacier’

    Ilmuwan menemukan air hangat mengalir di bawah gletser.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para peneliti baru-baru ini mempublikasikan hasil penelitian mereka tentang perairan di bawah Gletser Thwaites alias “Gletser Doomsday”. Dalam penjelasannya, mereka menemukan bahwa lapisan es mencair lebih cepat dari yang mereka duga sebelumnya.

    Menurut informasi dari Universitas Gothenburg, para peneliti mengambil kapal selam tanpa awak yang dikenal sebagai “Ran ‘, dan mulai menjelajahi bagian bawah gletser di Antartika Barat, di mana mereka menemukan bahwa air hangat yang mengalir di bawahnya mengikis gletser lebih cepat daripada mereka berharap, dan mampu menciptakan retakan di es.

    “Kekhawatirannya adalah bahwa air ini bersentuhan langsung dengan dasar lapisan es di titik pertemuan antara lapisan es dan dasar laut dangkal,” kata peneliti Alastair Graham, profesor oseanografi geologi di Universitas Florida Selatan. Futurisme, Senin (12/4).

    Menurut mereka, hal ini menimbulkan masalah besar. Selain itu, jika lapisan es runtuh, maka kita semua bisa melihat kenaikan besar-besaran permukaan laut global. Karena alasan itulah para peneliti menyebutnya Gletser Kiamat.

    Dalam temuan kapal selam Ran, suhu air di bawahnya bisa mencapai 33,89 derajat Fahrenheit, suhu yang cukup hangat untuk menghancurkan es.

    Hal tersebut dijelaskan jika air hangat di dalamnya mengalir dalam jarak yang jauh. Menurut Gizmodo, Gletser Thwaites berukuran sekitar 119.300 mil persegi, meskipun ukurannya sangat besar, es mencair lebih cepat daripada gletser lain di Antartika.

    “Ini adalah benteng terakhir untuk Thwaites dan setelah itu mematahkan dasar laut di bagian paling depan, tidak ada lagi yang bisa ditahan oleh lapisan es.” Air hangat juga mungkin telah bercampur di dalam dan di sekitar garis landasan, jauh ke dalam rongga, dan itu berarti gletser juga diserang di kakinya yang bertumpu pada batuan padat, “lanjut Graham.

    Penemuan tersebut, menjadi pil pahit bagi para penggiat lingkungan dan masyarakat pada umumnya. Namun, upaya para peneliti tersebut merupakan sisi baiknya untuk mempelajari bagian lain dari gletser yang belum pernah dieksplorasi. Para peneliti telah menerbitkan studi tentang temuan mereka di Kemajuan Sains.




    Source