Penerbitan Obligasi Korporasi 2021 Diprediksi Lebih Ramai

    Penerbitan surat utang korporasi tahun ini diproyeksikan sekitar Rp. 122-159 triliun.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penerbitan surat utang atau obligasi korporasi pada 2021 diperkirakan akan lebih semarak dibandingkan tahun lalu. Salah satu pemicunya adalah perkembangan perbaikan ekonomi tahun ini.

    “Kami memperkirakan penerbitan surat utang tahun ini relatif lebih baik,” kata Kepala Riset Ekonomi Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Fikri C Permana, Senin (19/4).

    Pefindo memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi pada 2021 berkisar Rp. 122 triliun sampai dengan Rp. 159 triliun. Selain masih terpengaruh oleh pemulihan ekonomi, hal ini sejalan dengan jumlah surat utang yang jatuh tempo pada tahun 2021 yang mencapai Rp 125,4 triliun.

    “Kami berharap jumlah utang yang jatuh tempo bisa dibiayai kembali sehingga pada 2021 lebih banyak surat utang yang diterbitkan dibandingkan surat utang yang jatuh tempo,” jelas Fikri.

    Namun, Fikri menegaskan hal itu belum bisa dipastikan mengingat berbagai risiko yang mungkin terjadi seperti pada 2020. Awal tahun lalu, Pefindo memproyeksikan penerbitan surat utang perseroan pada 2020 mencapai Rp 158,5 triliun.

    Namun, pandemi tersebut membuat Pefindo merevisi proyeksi penerbitan surat utang korporasi tahun 2020 di kisaran Rp 88,4 triliun hingga Rp 106,7 triliun. Pada akhir tahun lalu, realisasi penerbitan surat utang perseroan mencapai Rp 96,6 triliun.

    Sementara itu, Kepala Divisi Pemeringkatan Perusahaan Pefindo Niken Indriarsih menilai penerbitan surat utang pada kuartal I 2021 menunjukkan tren positif. Secara nasional, penerbitan surat utang meningkat sekitar 16% pada kuartal I 2021 menjadi Rp 23,2 triliun dari Rp 20 triliun pada kuartal I 2020.

    Niken melihat penerbitan surat utang pada kuartal mendatang cenderung terus meningkat. “Kalau misalnya pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik ke depan seiring dengan program vaksinasi pemerintah yang berjalan sesuai jadwal, maka penerbitan obligasi ini bisa terus meningkat,” kata Niken.

    Per 15 April 2021, menurut Niken, Pefindo telah mendapat mandat untuk menerbitkan obligasi dari 39 perusahaan dengan nilai emisi Rp 45,2 triliun. Penerbitan obligasi tersebut didominasi oleh Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 16,3 triliun.




    Source