Pengadilan Israel Cabut Izin Ibadah Yahudi di Masjid Al Aqsa

    IHRAM.CO.ID, JERUSALEM — MA memutuskan mengizinkan para rabi Yahudi beribadah di Masjid Al-Aqso pada Rabu (6/10). Putusan tersebut kini telah dibatalkan oleh pengadilan Israel pada Jumat (8/10).

    Kasus ini bermula ketika seorang rabi Yahudi, Aryeh Lippo, melakukan salat di kompleks Masjid Al-Aqso. Kejadian ini tentu saja memicu kemarahan warga Palestina dan perdebatan sengit dengan pengelola situs suci umat Islam tersebut.

    Diketahui bahwa orang-orang Yahudi diperbolehkan memasuki kompleks Masjid Al Aqsa tetapi dilarang melakukan ritual keagamaan di sana. Namun setelah kasus tersebut dilaporkan ke Magistrates’ Court, mereka memberikan hak kepada Rabbi Yahudi untuk melakukan ritual secara diam-diam, sehingga dianggap tidak melanggar.

    Keputusan itu termasuk perintah kepada polisi Israel untuk membatalkan surat perintah pengusiran yang dikeluarkan terhadap pemukim ekstremis Aryeh Lippo dari masjid, yang menyatakan: “Kehadiran jemaah Yahudi di Temple Mount tidak dapat dikriminalisasi selama mereka melakukan salat tanpa suara.”

    Dilaporkan dari Pemantau Timur Tengah, Minggu (10/10), mengumumkan keputusan Mahkamah Agung yang membolehkan orang Yahudi beribadah di Masjid Al-Aqsha, bertentangan dengan instruksi polisi. Keputusan itu memicu situasi di wilayah Palestina dan menyebabkan banyak ketegangan antara Otoritas Palestina dan kepemimpinan Yordania.



    https://www.ihram.co.id/berita/r0r8nr313/pengadilan-israel-cabut-izin-ibadah-yahudi-di-masjid-al-aqsa