Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak menyiarkan pemeriksaan saksi di persidangan Rizieq

Sidang Rizieq tidak disiarkan sehingga para saksi tidak saling berkomunikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak akan menyiarkan secara online sidang lanjutan Rizieq Shihab pada 12 dan 14 April mendatang. Sidang akan dijadwalkan untuk pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan, alasan persidangan tidak disiarkan secara online agar para saksi yang dihadirkan tidak saling mendengar keterangan dan berkomunikasi. Dikhawatirkan informasi yang disampaikan tidak jujur.

“Karena persidangan sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi, maka live streaming akan dibatalkan dan dibuka kembali setelah agenda tuntutan, pembelaan dan putusan,” kata Alex Adam Faisal saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (9/4).

Alex Adam Faisal mengatakan, masyarakat yang ingin mengetahui jalannya persidangan bisa mendapatkannya melalui pemberitaan media massa. Untuk itu, Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan memberikan akses bagi awak media untuk meliput dari ruang lobi yang telah disediakan layar TV dengan kapasitas terbatas untuk mencegah keramaian.

“Rekan media dipersilakan meliput lewat siaran TV di lobi, tapi dibatasi dan bergiliran. Tekniknya akan diatur petugas pengadilan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyiarkan persidangan Rizieq Shihab secara online melalui YouTube, antara lain pada acara pembacaan dakwaan oleh jaksa, eksepsi atau nota keberatan terdakwa serta agenda putusan sela oleh Majelis Hakim. Sementara sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU pada 12 April 2021 untuk perkara nomor 221, 222 terkait keramaian di Petamburan, Jakarta Pusat, dan perkara nomor 226 terkait keramaian di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor. Rencananya, akan dihadirkan 10 saksi, termasuk mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan mantan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto.

sumber: Antara




Source