Pengamat: Daripada Memasang Baliho, Bantu Lebih Banyak Orang

    Ketika politisi sibuk membantu rakyat, rakyat akan berpihak pada mereka.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno meragukan efektifitas reklame politisi yang telah dipasang di berbagai daerah. Menurutnya, pemasangan reklame secara masif tidak akan mendongkrak elektabilitas tanpa kerja nyata.

    Adi mengamati politisi yang memasang baliho, antara lain Puan Maharani, Airlangga Hartanto, dan Muhaimin Iskandar, mendapat reaksi negatif di media sosial. Mereka dinilai tidak memberikan solusi atas kesulitan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

    “Papan reklame tidak ada artinya. Bukan mendapat simpati, malah diejek dan dicaci karena reklame tidak memberikan solusi di tengah pandemi,” kata Adi kepada Republika.co.id, Sabtu (7/8).

    Adi mengingatkan, politisi yang memasang baliho memiliki kemampuan finansial dan politik yang cukup untuk membantu rakyat. Dia menyarankan agar mereka membantu orang-orang dengan pekerjaan nyata untuk meningkatkan elektabilitas daripada memasang papan reklame.

    “Harus ada program turunan, membuka kantor partai di pusat hingga daerah sebagai tempat warga mencari bantuan, mulai dari mereka yang kekurangan obat dan mereka yang terkena dampak ekonomi,” kata Adi.

    Adi menyebutkan jika politisi sibuk membantu rakyat, bukan tidak mungkin akan semakin banyak yang berpihak pada mereka. “Kalau itu (pemberian bantuan) dilakukan maka baliho” tidak hanya nongkrong di pinggir jalan, bahkan bisa diminta memasangnya di rumah-rumah warga karena dianggap dewa penolong,” lanjut Adi.

    Adi memantau memang ada beberapa partai dan politisi yang memberikan bantuan kepada masyarakat. Namun, bantuan yang diberikan tidak berkesinambungan dan sinkron di seluruh tanah air.

    “Ada pihak yang memberikan bantuan, tetapi hanya bersifat seremonial, tidak serentak dan berkesinambungan di seluruh Indonesia,” kata Adi.

    Sebelumnya, salah satu petinggi dan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha menyindir pemasangan baliho Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Partai Demokrat. Ketua Partai Agus Harimurti. Yudhoyono (AHY). Nyatanya, masyarakat sedang dilanda wabah Covid-19.

    “Halo Puan, Erlangga (Ketum Golkar), Muhaimin, AHY, apakah kamu tidak malu dan malu menampilkan foto-foto besar dirimu di seluruh Indonesia bersaing untuk pemilihan presiden yang masih 3 tahun lagi,” tweet Abdillah melalui akun Twitter pribadinya yang dikonfirmasi , Jumat (6/8).



    https://www.republika.co.id/berita/qxghj7485/pengamat-ketimbang-pasang-baliho-perbanyak-bantu-rakyat