Pengamat: Isu Reshuffle Menteri berinisial M itu hanya sensasi

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wacana perombakan kabinet semakin menguat menyusul penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan pembentukan Kementerian Penanaman Modal.

    Surat Presiden Nomor R-14 / Pres / 03/2021 tentang Pertimbangan Perubahan Kementerian telah mendapat persetujuan DPR melalui Rapat Paripurna yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

    Langkah presiden tersebut memicu wacana perombakan kabinet.

    Direktur Eksekutif Lembaga Kemasyarakatan Indonesia Karyono Wibowo menilai langkah penggabungan dan pembentukan kementerian baru membuka celah di berbagai kekuatan politik dengan memanfaatkan momentum untuk mendorong perombakan kabinet.

    Baca juga: NasDem yakin ketiga kadernya tidak akan terpengaruh reshuffle dari kabinet Jokowi

    Terkait hal itu, ada kemungkinan presiden sudah memiliki agenda perombakan terbatas, tidak terbatas pada kementerian baru.

    “Mungkin ada pergeseran jabatan menteri dan / atau ada sejumlah menteri yang dikeluarkan untuk diganti dengan orang baru. Mengenai siapa yang akan menduduki kementerian baru atau menteri yang akan dipindahkan ke posisi tertentu, Tentu itu kewenangan presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan, “kata Karyono dalam keterangannya kepada Tribunnews, Selasa (20/4/2021).

    Selain itu, Karyono menilai Presiden sudah memiliki pertimbangan dan skema dalam melakukan reshuffle.

    Meski demikian, semua berharap agar skema presidensial dalam reshuffle atau penempatan seseorang di kementerian baru dapat sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu menempatkan orang yang tepat dan memiliki integritas, kapabilitas, kompetensi dan totalitas dalam mengemban amanah untuk kemajuan. bangsa.

    Baca juga: Sekretaris Negara dan Menteri Sosial Bantah Presiden Jokowi Akan Lakukan Reshuffle Kabinet pada Rabu

    “Menteri yang kinerjanya buruk harus dicopot atau jika ada menteri yang dianggap berintegritas tetapi tidak sesuai dengan posisinya saat ini, bisa dialihkan ke posisi yang sesuai dengan bidang keahliannya,” jelasnya.




    Source