Pengamat Meragukan Isu Kudeta Bisa Mengguncang Cak Imin

    Persoalan kudeta terhadap Cak Imin tidak bisa semata-mata didasarkan pada suka atau tidak suka para kader.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Pusat Penelitian dan Konsultasi Voxpol Pangi Syarwi Chaniago meragukan isu kudeta bisa menggoyahkan Muhaimin Iskandar dari kursi nomor satu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia mengimbau elemen PKB yang mengemukakan isu kudeta berargumen secara rasional.

    Pangi menyampaikan, isu kudeta terhadap Cak Imin tidak bisa semata-mata didasarkan pada suka atau tidak suka sebagian kader. Persoalan kudeta, menurut dia, harus dilandasi alasan yang kuat jika ingin mendapat dukungan yang lebih luas dari kader.

    “Ini murni dari suara akar rumput ataukah ini hanya suara para elite yang terkesan kecewa karena barisan yang selama ini belum terakomodir ?. Harus ada ukuran yang jelas kenapa harus dipertahankan dan kenapa harus ada penggantinya misalnya, ”kata Pangi kepada Republika, Rabu (14/4).

    PKB pada masa kepemimpinan Cak Imin memiliki tingkat elektabilitas yang cukup lumayan dan pada pemilu terakhir masuk dalam 5 besar. Dengan demikian, isu kudeta dianggap oleh Pangi tidak tepat jika didasarkan pada kinerja Cak Imin.

    Tercatat perolehan suara PKB pada Pemilu Legislatif 2014 mencapai 11.298.950 atau 9,04 persen. Sedangkan pada pemilu legislatif 2019 memperoleh 13.570.097 suara atau 9,69 persen. Cak Imin memimpin PKB dalam dua pemilihan legislatif.

    “Apalagi kalau PKB misalnya, sejauh ini elektabilitasnya bagus, masuk 4-5 besar misalnya, itu artinya kita bisa melihat capaiannya, lalu bagaimana korelasinya pasti ada wabah, apa dasarnya? Ucapnya. Pangi.

    Pangi mengimbau para pelaku kudeta Cak Imin kembali mendekat untuk memperkuat alasan mengapa Kongres Luar Biasa (MLB) harus diadakan.

    “Jika itu masalah suka atau tidak suka, pertanyaan bosan atau tidak bosan seharusnya tidak sebetulnya, harus ada ukuran yang jelas. Ini urusan pesta, bukan soal suka atau tidak suka, ”pungkas Pangi.

    Sebelumnya, ada gerakan yang ingin menggoyahkan kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kader pengusul Muktamar Luar Biasa (MLB) menilai PKB di bawah Cak Imin kerap melanggar Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD / ART) hasil Kongres Bali 2019 dan dinilai jauh dari nilai-nilai Gus Dur.




    Source